Perkuat Standar Layanan, Erikson Sianipar Dorong Dapur MBG Berkelas A

Siborongborong — TB.Polmas Poldasu

 

Pendiri Bisukma Group, Erikson Sianipar, menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penerapan sistem pengelolaan dapur yang menyeluruh dan berstandar tinggi. Komitmen tersebut ditunjukkan saat ia meninjau langsung tiga dapur MBG di Kecamatan Siborongborong, Kamis (18/12/2025).

 

Peninjauan lapangan dilakukan bersama tim Yayasan Bisukma Group sebagai bagian dari agenda evaluasi rutin sekaligus upaya penguatan mutu layanan dapur MBG yang berada di bawah naungan yayasan. Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh proses operasional dapur berjalan sesuai standar, efektif, serta berorientasi pada peningkatan kualitas gizi bagi para penerima manfaat.

 

Dalam kesempatan tersebut, Erikson Sianipar menyampaikan bahwa Yayasan Bisukma Group menargetkan seluruh dapur MBG yang dikelolanya dapat memenuhi standar kelas A, baik dari sisi manajemen, proses produksi, maupun tata kelola pendukung lainnya. Untuk mewujudkan target tersebut, yayasan membangun sistem kerja yang terstruktur, holistik, dan terintegrasi di setiap dapur MBG.

 

“Yang kami bangun adalah sistem, bukan ketergantungan pada individu. Dengan sistem yang kuat, kualitas dapur akan tetap terjaga meskipun terjadi pergantian personel,” ujar Erikson.

 

Ia menjelaskan, sistem pengelolaan dapur kelas A mencakup berbagai aspek penting, mulai dari pemilihan bahan baku berkualitas, pengaturan alur kerja produksi yang efisien, penerapan standar keamanan dan kebersihan pangan, hingga mekanisme pengawasan serta evaluasi berkala yang terukur.

 

Selain proses produksi makanan, tim Yayasan Bisukma Group juga melakukan evaluasi terhadap aspek administrasi, meliputi kelengkapan dokumen operasional, kesiapan sertifikasi yang dibutuhkan, serta penataan arsip dan pelaporan guna mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Program MBG.

 

Sarana dan prasarana dapur turut menjadi perhatian, termasuk optimalisasi peralatan masak, pengaturan ruang kerja, serta sistem pengelolaan limbah, agar operasional dapur berjalan efisien, higienis, dan berkelanjutan.

 

Dari sisi pengelolaan anggaran, Erikson menekankan pentingnya pemanfaatan dana MBG secara tepat sasaran, bertanggung jawab, dan terbuka. Ia juga mendorong penggunaan bahan baku lokal berkualitas sebagai bagian dari penerapan standar kelas A, sehingga selain menjamin kesegaran pangan, juga memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar.

 

Melalui peninjauan ini, Erikson Sianipar berharap tiga dapur MBG di Kecamatan Siborongborong dapat menjadi contoh penerapan dapur MBG berstandar kelas A di bawah naungan Yayasan Bisukma Group, sekaligus menjadi model pengelolaan dapur MBG yang profesional, aman, dan berorientasi pada peningkatan kualitas gizi generasi penerus bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *