Wakil Bupati Tapanuli Utara Dorong Pemanfaatan Teknologi AI dalam Pendidikan Generasi Digital

Tarutung – TB. Polmas Poldasu

 

Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Lumbantoruan, M.Eng, menghadiri Workshop bertajuk “Penerapan Teknologi AI dalam Pendidikan Generasi Digital Berhati Kristal” yang digelar di Gedung Nasional Tarutung, Selasa (18/11/2025). Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 150 guru dari berbagai jenjang sekolah di Kabupaten Tapanuli Utara, sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kapasitas pendidik dalam menghadapi era digital.

 

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara serta narasumber internasional dari Singapura yang hadir. Ia menegaskan bahwa transformasi digital di dunia pendidikan harus dimulai dari peningkatan kompetensi guru, yang merupakan ujung tombak pembelajaran di sekolah.

 

“Pemanfaatan teknologi AI bukan sekadar tren, tetapi menjadi kebutuhan esensial untuk menyiapkan generasi muda yang mampu bersaing di kancah global. Guru-guru kita harus dibekali kemampuan untuk mengintegrasikan teknologi dalam proses belajar mengajar tanpa mengabaikan nilai karakter dan kearifan lokal,” tegas Dr. Deni Lumbantoruan.

 

Workshop ini menghadirkan narasumber dari Singapura, yaitu Prof. Lim Pin, Dr. Charlene Tan, Mdm Chia Poh Yok, M.Ed, dan Ev. Roska Hombling Choi. Para narasumber membawakan materi yang mencakup penggunaan AI sebagai alat bantu pembelajaran, etika digital, serta strategi membangun karakter siswa di era teknologi.

 

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui kolaborasi, pelatihan, dan inovasi pembelajaran. Diharapkan, workshop ini menjadi langkah awal dalam memperluas pemahaman dan penerapan teknologi AI di seluruh satuan pendidikan di Taput, sekaligus memperkuat kapasitas guru dalam membentuk generasi yang cerdas, adaptif, dan berkarakter.

 

Dengan kegiatan ini, Tapanuli Utara menegaskan diri sebagai salah satu daerah yang proaktif mempersiapkan pendidik dan peserta didik menghadapi tantangan pendidikan di era digital, sekaligus menjaga nilai-nilai lokal yang menjadi identitas bangsa.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *