Tapanuli Utara – TB. Polmas Poldasu
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarutung terus menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di bawah kepemimpinan dr. Bobby Simanjuntak, MKM. Dua agenda penting berlangsung secara paralel pada Senin (27/10/2025), yakni pelatihan peningkatan SDM tenaga kesehatan dan rapat pembahasan percepatan pembangunan RSUD Silangit.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa manajemen RSUD Tarutung tidak hanya fokus pada penguatan infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kompetensi sumber daya manusia sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat.
Bertempat di Ruang Rekreasi RSUD Tarutung, digelar Pelatihan Interpretasi Elektrokardiogram (EKG) yang diikuti oleh 40 dokter umum, terdiri dari 21 dokter Puskesmas dan 19 dokter RSUD Tarutung. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan tenaga medis dalam membaca dan menganalisis hasil EKG, sehingga mampu melakukan diagnosis dini terhadap penyakit jantung dan mengambil tindakan cepat dalam kondisi gawat darurat.
Dalam keterangannya, Naomi Veronika Aritonang, S.Tr.Keb., MKM, selaku Kabag Penanggung Jawab Kegiatan, menjelaskan bahwa pelatihan menghadirkan dua instruktur ahli dari Jakarta, yaitu dr. Hendry Pakpahan, Sp.JP, FAsCC dan dr. Nenny Sihotang, Sp.JP.
“Kami ingin tenaga medis di Taput memiliki kemampuan yang setara dengan rumah sakit besar lainnya, khususnya dalam hal interpretasi EKG yang menjadi dasar penting dalam penanganan pasien jantung,” ujar Naomi.
Materi pelatihan mencakup anatomi dan fisiologi sistem kardiovaskular, teknik interpretasi EKG, serta pengenalan kelainan ritme jantung seperti aritmia, bradikardia, dan blok cabang. Kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat proses diagnosis dan pengambilan keputusan medis yang akurat, terutama bagi pasien dengan indikasi iskemia miokard (ST elevasi/depresi).
Sementara itu, di tempat berbeda namun pada waktu yang sama, dr. Bobby Simanjuntak, MKM, memimpin rapat percepatan pembangunan RSUD Silangit. Rapat ini dihadiri oleh Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., Wakil Bupati, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., serta Sekda Taput, Dr. Henry Marsden Masista Sitompul, M.Si. Turut hadir pula sejumlah pimpinan OPD dan konsultan dari Jakarta, antara lain dr. Yanuar Jak, Sp.OG, MARS, Ph.D, FISQUA dan Dr. Tiopan Sipahutar, SUM, MKM.
Rapat tersebut membahas langkah-langkah strategis percepatan pembangunan RSUD Silangit, yang dirancang menjadi rumah sakit rujukan unggulan di kawasan Tapanuli Raya, dengan fasilitas modern dan pelayanan berstandar nasional.
Dalam arahannya, dr. Bobby Simanjuntak, MKM, menegaskan bahwa pembangunan RSUD Silangit adalah bagian dari visi besar Pemkab Tapanuli Utara untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang merata dan bermutu tinggi.
“Kami tidak hanya ingin membangun gedung megah, tetapi membangun sistem pelayanan yang tangguh dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. RSUD Silangit nantinya akan menjadi simbol transformasi pelayanan kesehatan di Tapanuli Utara,” ujar dr. Bobby dengan tegas.
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan rumah sakit tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada kualitas SDM dan manajemen yang profesional.
“Kita harus menyiapkan tenaga kesehatan yang kompeten, berdedikasi, dan siap menghadapi tantangan zaman. Karena pada akhirnya, kualitas pelayanan ditentukan oleh manusia yang ada di balik sistem itu,” tambahnya.
Kedua kegiatan ini berjalan lancar dan sukses hingga akhir acara. Sinergi antara peningkatan kapasitas SDM dan perencanaan pembangunan infrastruktur kesehatan menjadi bukti bahwa RSUD Tarutung tengah menapaki arah baru menuju pelayanan kesehatan yang unggul, profesional, dan humanis.
Di bawah kepemimpinan dr. Bobby Simanjuntak, MKM, RSUD Tarutung terus berbenah dan bertransformasi menjadi rumah sakit yang berdaya saing tinggi, serta siap menjadi pusat pelayanan kesehatan rujukan bagi masyarakat Tapanuli Utara dan sekitarnya.







