TB. Polmas Poldasu
Proses seleksi jabatan Direktur dan Komisaris pada Badan Usaha Milik Daerah (Perusda/Perseroda) Kabupaten Tapanuli Utara resmi memasuki tahap akhir. Setelah melalui serangkaian tahapan penilaian dan presentasi, hasil seleksi kini berada di tangan Tim Seleksi untuk diserahkan kepada Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si.
Salah satu peserta seleksi, Jekson Lumbantobing atau yang akrab disapa Jejetobing Sumuntul, turut ambil bagian dalam seleksi jabatan Komisaris Perusda Pertanian Taput. Dalam pemaparannya di hadapan Tim Seleksi yang diketuai oleh Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, S.T., M.Eng., Jejetobing mempresentasikan makalah berjudul “Tugas dan Peranan Komisaris dalam Menentukan Strategi Peningkatan Pelayanan dan Pengembangan Bisnis Pertanian pada Perusahaan Daerah Kabupaten Tapanuli Utara”, dengan subjudul “Peningkatan dan Pengembangan Sektor Pertanian Demi Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan PAD Kabupaten Tapanuli Utara.”
Dalam kesempatan itu, Jejetobing menjelaskan pentingnya seorang Komisaris memahami tidak hanya aspek pengawasan, tetapi juga manajemen, strategi bisnis, hingga analisis kondisi perusahaan.
“Komisaris tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga harus mampu menganalisis kebijakan direktur dan memberi masukan strategis berbasis data dan teori,” ujarnya dalam sesi presentasi.
Ia memulai paparannya dengan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) yang menurutnya menjadi pondasi dalam menentukan arah kebijakan dan pengembangan perusahaan. “Analisis SWOT itu seperti diagnosis bagi dokter. Ia membantu kita mengenali kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi perusahaan sebelum mengambil tindakan,” tambahnya.
Dalam penjelasannya, Jejetobing menguraikan sejumlah kekuatan sektor pertanian di Tapanuli Utara. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Taput sebesar Rp 5,048 triliun, dengan 70% wilayah Taput merupakan daratan subur. Pemkab Taput juga telah mengalokasikan anggaran Rp 25 miliar untuk mendukung sektor pertanian, termasuk pemberdayaan Petani Milenial yang berjumlah lebih dari 100 orang.
Sementara pada aspek peluang, Jejetobing mengusulkan ide kreatif pemanfaatan bantaran Sungai Sigeaon sebagai lahan produktif untuk penanaman tanaman bernilai ekonomi seperti alpukat dan bunga hias.
“Selain memperindah kota Tarutung, ini bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi Perusda dan menekan biaya impor bunga dari luar daerah,” paparnya sambil tersenyum.
Ia juga menyinggung pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan agar Perusda dapat bangkit dari kondisi stagnan.
“Siapapun yang nanti terpilih menjadi Direktur atau Komisaris, harus bekerja lebih dari sekadar rutinitas. Kita harus berlari, bukan berjalan, menyesuaikan diri dengan ritme kerja Bupati dan Wakil Bupati yang sangat cepat dan progresif,” ungkapnya.
Tim Seleksi yang turut hadir dalam sesi tersebut antara lain Waringin Hutabarat (Kepala Bank Sumut Cabang Taput), Masril Rambe (Direktur PDAM Tapteng), dan Situmeang (Dosen Unimed).
Hasil akhir seleksi ini dijadwalkan akan segera diserahkan ke Bupati Tapanuli Utara untuk dipertimbangkan dan ditetapkan melalui keputusan resmi. Publik Taput pun menantikan sosok-sosok profesional yang nantinya dipercaya memimpin Perusda menuju kemandirian dan kontribusi nyata bagi peningkatan ekonomi daerah.













