Tarutung – TB Polmas Poldasu
Sebuah ungkapan satir yang menyebut ibukota Kabupaten Tapanuli Utara, Tarutung, kini berubah menjadi “Tarutang” ramai diperbincangkan di media sosial. Ungkapan itu disampaikan oleh akun Facebook bernama Jejetobing Sumuntul dan langsung memantik perhatian publik sabtu ( 06 /09/25 )
Dalam bahasa Batak, “Tarutang” berarti terjerat hutang, yang dinilai tepat menggambarkan situasi fiskal Tapanuli Utara saat ini. Menurut postingan tersebut, APBD Taput disebut-sebut sudah tergadai hingga lima tahun ke depan akibat utang PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) senilai Rp400 miliar yang dipinjam pada masa kepemimpinan sebelumnya
Perusda Jadi Sorotan: Dari Pertambangan hingga PDAM
Jejetobing juga menyoroti kondisi Perusahaan Daerah (Perusda) Taput yang dinilai tidak dikelola maksimal. Beberapa di antaranya disebut terlilit hutang, merugi, bahkan mati suri.
Perusda Pertambangan, yang hanya perlu mengambil material dari sungai di Lumban Nainggolan, justru merugi dan tak kunjung bangkit.
PDAM Taput dianggap tak kalah bermasalah: pelayanan sering dikeluhkan, tagihan terus naik sejak 2015, namun kinerja tidak menunjukkan perbaikan.
Perusda Pertanian disebut berada dalam kondisi “hidup segan mati tak mau.”
“Cemmana lah ceritanya? Bahan baku sudah tersedia gratis dari alam, tapi tetap saja merugi. Kalau begini terus, jelas ada yang salah di manajemen,” tulis akun tersebut.
Harapan di Bawah Kepemimpinan Baru
Namun, di tengah situasi tersebut, muncul pula optimisme. Postingannya menyebutkan bahwa Tarutung kini sedikit beruntung karena sudah dipimpin oleh Bupati Dr. Jonius T. Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si. dan Wakil Bupati Dr. Deni Lumbantoruan.
Keduanya dipandang sebagai figur yang cakap, intelektual, dan punya pengalaman manajerial kuat. Jargon “Marganti Ma Jo” yang mereka usung berhasil menyatukan masyarakat Taput. Bahkan, untuk pertama kalinya dalam sejarah Pilkada di Taput, pasangan calon bupati dan wakil bupati ini meraih kemenangan telak di seluruh kecamatan.
“Bahkan biaya kampanye sebagian besar ditanggung oleh rakyat. Itu menunjukkan betapa cintanya masyarakat Taput kepada mereka,” demikian kutipan dari postingan Jejetobing.
Perubahan dalam 100 Hari Kerja
Dalam 100 hari masa kerja pertama, duet Jonius–Deni dinilai sudah menorehkan perubahan. Mulai dari peningkatan disiplin kerja ASN, respons cepat terhadap keluhan masyarakat, hingga hadirnya sejumlah program pembangunan strategis.
Beberapa di antaranya adalah:
Revitalisasi Salib Kasih, ikon wisata rohani Taput.
Pembangunan Kantor Imigrasi di Tarutung.
Rencana pendirian Rumah Sakit di Silangit untuk menunjang kawasan Bandara Internasional.
Jejetobing menilai, keberhasilan tersebut tak lepas dari jaringan luas yang dimiliki keduanya di tingkat pusat, sehingga mampu menghadirkan anggaran dan investasi baru bagi Taput.
Seleksi Direktur Perusda, Harapan Baru atau Sekadar Formalitas?
Belum lama ini, Pemkab Taput membuka seleksi terbuka untuk posisi direktur Perusda. Nama-nama calon kuat mulai bermunculan di jagat maya. Namun, Jejetobing mengingatkan agar siapapun yang terpilih, tidak boleh sekadar duduk manis tanpa target jelas.
Ia menegaskan, direktur Perusda harus diberi beban kerja konkret, misalnya mampu menyumbang PAD minimal Rp1 miliar per tahun. Jika tidak sanggup, sebaiknya mundur dari jabatan.
“Taput kaya dengan sumber daya alam, khususnya sektor pertanian. Kalau dikelola serius, harusnya bisa mensejahterakan rakyat dan menambah PAD,” tulisnya.
Pesan dari Anak Petani Dolok Martimbang
Sebagai penutup, Jejetobing yang menuliskan identitas dirinya sebagai Jekson L. Tobing, SE, anak petani dari Lembah Dolok Martimbang, menyampaikan keyakinannya bahwa Taput bisa bangkit dari keterpurukan.
“Saya tahu dan yakin, karena saya adalah anak petani sekaligus pelaku di dalamnya. Kalau dikelola benar, hasil pertanian Taput bisa jadi sumber kekuatan ekonomi rakyat sekaligus penopang PAD,” ujarnya.
Postingan bernada kritik sekaligus harapan ini pun viral di Facebook, dan menjadi bahan diskusi hangat di kalangan masyarakat Taput, baik di dunia maya maupun nyata.
Horas!







