Tanah Karo, (Polmas)
Dijaman globalisasi digital, perkembangan media online di Indonesia menyebabkan banyak muncul wartawan bodrex, wartawan siluman (wartawan gadungan).
Bisa dikatakan bak jamur tumbuh di musim hujan, keberadaan wartawan bodrex tersebut meresahkan berbagai instansi pemerintah/swasta di kawasan Kabanjahe, Provinsi Sumatera Utara, Jumat (30/5-2025)
Disebut-sebut wartawan bodrex gemar mengancam nara sumber kalau tidak diberikan sejumlah amplop.
Diketahui selain hanya memiliki kartu pers, mereka yang ngakunya wartawan tak dibekali kemampuan intelektual dalam menulis dan kurang wawasan berbagai ilmu pengetahuan.
Biasanya ciri-ciri wartawan bodrex lebih senang bila menghadiri kegiatan seremonial seperti acara sunatan massal dan ulang tahunan.
Sekretaris Komite Nasional Wartawan Indonesia Kabupaten Karo (KOMNAS-WI) Sihar Tambunan SH sangat menyayangkan banyaknya rekan media yang muncul dan seakan kalau wartawan itu adalah segalanya.
Maaf kata!… Mungkin banyaknya wartawan yang muncul saat ini ada yang tak bisa menyebutkan isi urutan Pancasila. Gimana pula mereka mau menulis?. Dan yang menggelitik saat paparan jumlah wartawan misal seratus orang giliran berita di grup whatsapp hanya 2 berita tampil,” ucap Tambunan.
Lebih lanjut Tambunan yang merupakan wartawan senior itu, meminta kepada Dewan Pers agar selektif dalam menyeleksi wartawan dengan latar belakang pendidikan, kemampuan serta wawasan yang mumpuni, alangkah baiknya pihak instansi terkait saat berurusan dengan wartawan siluman tersebut supaya meminta kartu Pers disertai barcode dan surat tugas yang di terbitkan Pemimpin Redaksi masing masing media, kalau di anggap abal-abal di hubungi ke pimpimpin redaksi biasanya di Kartu pengenal ada nomor telepon redaksi tertera dan benar-benar oknum tersebut abal-abal segera dihubungi pihak berwajib.
Wartawan itu pekerjaan terhormat bukan profesi abal-abal. Ibarat kata pepatah ‘wartawan itu sedikit tinggi dari tukang sapu sedikit rendah dari presiden’. Ini yang menjadi wartawan mantan supir truk dan tukang copet di kapal. Mau gimana lagi mengkritisi para pejabat,” ungkap Sekjen (KOMNAS-WI) Kab Karo Jumat 31 may 2025.
Dengan tegas dijelaskannya lagi karena ulah Wartawan siluman tersebut membuat rekan-rekan Pers lainnya tidak respek lagi dilingkungan kerja pemerintah dan kalangan masyarakat umum, padahal tugas wartawan adalah menulis, menganalisis dan melaporkan suatu peristiwa kepada publik lewat media massa secara teratur, saya meminta kepada pihak terkait supaya menindak tegas wartawan bodrex itu yang telah merusak nama baik wartawan di Republik Indonesia ucapnya dengan tegas.












