DPD Batak Center Kab. TOBA Lakukan Sosialisasi Budaya di SMPN 4 Balige 

Polmas Poldasu | Toba

“Banggalah Sebagai Orangt Batak”, itulah kalimat awal dari Harapan Sibarani, S.S saat mengawali paparannya sebagai Narasumber pada kegiatan Sosialisasi Budaya di SMP N 4 Balige, Jumat, 16 Mei 2025. “Aksara Batak Toba terdiri dari indung surat dan anak surat. Penulisannya bersifat Silabis, yakni satu induk surat melambangkan satu suku kata, bukan satu huruf” ucap Harapan. “Aksara Batak itu bisa kita lihat di berbagai media seperti, bambu, tulang, kulit kayu (laklak), kertas dan bahkan batu. Isinya beragam, seperti ramuan obat-obatan, silsilah (tarombo), legenda, ilmu perbintangan, dan lainnya. Saat ini, Aksara Batak Toba ini sudah bisa kita pergunakan di Laptop/komputer dan hand phone. Aksara Batak Toba HEBAT dan MANTAP” imbuh Harapan Sibarani dan disambut tepuk tangan dari siswa.

 

“Budaya adalah jati diri kita sebagai orang Batak. Bahasa Batak merupakan Bahasa Ibu sebagai bagian dari bahasa nasional. Ibu adalah orang yang sangat kita sayangi. Begitu jugalah hendaknya kita menyayangi bahasa Batak” ucap Tua Pangaribuan saat membuka kegiatan Sosialisasi Budaya di SMP N 4 Balige. “Bahasa dan Aksara kita ini rentan ditinggalkan penuturnya, khususnya kawula muda. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya pengaruh dari perkembangan zaman, minimnya pembelajaran budaya di sekolah-sekolah dan lainnya. Budaya dapat membentengi dirimu dari pengaruh modernisasi. Untuk itu, mulailah dari rumah, keluarga, sekolah dan lingkungan. Berikan hati dan waktumu untuk belajar budaya Batak” sambung Tua Pangaribuan.

 

Kepala Sekolah SMP N 4 yang diwakili Kepala Sekolah, Bapak Panjaitan menyampaikan rasa sukacita atas kesediaan dari DPD Batak Center Kabupaten Toba meyampaikan Sosialisasi Budaya di SMP N 4 Balige. “Dari 664 siswa di SMP N 4 Balige, diperkirakan hanya 100 orang yang pasih berbahasa Batak. Dari hasil ujian siswa, nilai ujian untuk Bahasa Inggris lebih tinggi dari Bahasa Batak. Kita kwatir, di tahun-tahun mendatang, budaya Batak, khususnya bahasa dan surat Batak akan punah” ucap Pak Panjaitan.

 

Sementara itu, Drs. M. Tansiswo Siagian (Wakil Ketua DPD Batak Center Toba) menyampaikan materi “ Etika, Moral dan Karakter Habatahon”. “Karakter Batak itu, tegas, terus-terang, kerja keras, suka membantu” ucap Tansiswo. “Etika adalah dasar untuk pembentukan moral dan karakter yang baik. Etika dapat kita lihat saat seorang orangtua berbicara dengan anak muda, sepatutnya anak muda tersebut harus dengan tekun mendengarkan ucapan orangtua itu. Berilah salam kepada orang yang kau temui, jangan sombong, senanglah membantu sesama, jujur, hilangkan irihati, mau berbagi ilmu dan pengalaman dan minta maaflah ketika kamu bersalah. Kalian adalah orang-orang pintar dan hebat, akan semakin hebat nantinya bila kalian memiliki etika, moral dan karakter yang bagus ” sambung Tansiswo yang dibalas dengan tepuk tangan dari para siswa.

 

Berikut data-data yang didapat saat sosialisasi budaya di SMP 4 Balige Kabupaten Toba. Dari 66 orang siswa peserta sosialisasi budaya ini, hanya 18 orang yang tahu bahasa Batak Toba dan hanya 2 orang saja yang tahu Aksara Batak Toba serta 1 orang yang tahu lagu berbahasa Batak Toba. Sesuai laporan dari Wakil Kepala Sekolah SMP N 4 Balige, dari 664 orang siswa di SMP N 4 Balige, hanya 100 orang tahu berbahasa Batak. Data ini menunjukkan bahwa betapa minimnya jumlah siswa yang mencintai dan memahami bahasa dan aksara Batak ini. Fenomena yang hampir sama juga sudah dijumpai oleh DPD Batak Center Kabupaten Toba saat melakukan sosialisasi budaya di beberapa sekolah yang lain, dari tingkat SD, SMP dan SMA. Menanggapi hal tersebut, DPD Batak Center Kabupaten Toba menyampaikan bahwa pelestarian dan pelindungan budaya adalah tanggungjawab kita bersama, pemerintah, masyarakat dan stakeholder lainnya. DPD Batak Center Kabupaten Toba akan tetap mengajak berbagai pihak untuk turut-serta dalam program Sosialisasi Budaya ini.

 

“DPD Batak Center Kabupaten Toba konsisten melakukan upaya pelestarian, pelindungan dan pengembangan budaya Batak di Toba. Sahabat-sahabat saya ini, Harapan Sibarani, S.S dan Drs. M. Tansiswo Siagian dan yang lainnya adalah para sukarelawan yang gigih dan berkompeten dalam hal pelestarian dan pemajuan kebudayaan. Minggu depan kami akan melakukan Sosialisasi Budaya di SMP N 1 Laguboti dan SMA N 1 Laguboti. Ayo, Bapak/Ibu, teman-teman semuanya, mari bergabung dengan kami di DPD Batak Center Kabupaten Toba. Bersama-sama kita lestarikan potensi budaya kita yang luar biasa ini. Mari kita galakkan kembali budaya Marsiriumpa (gotong royong) di kampung kita ini” tutup Tua Pangaribuan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *