Pulihkan Kejayaan Desa Baringin, Bupati Humbahas Tinjau Normalisasi Irigasi Persawahan

Humbahas, Polmas

Harapan masyarakat Desa Baringin, Kecamatan Parlilitan, untuk menghidupkan kembali kejayaan pertanian dan perikanan mereka mulai menemui titik terang. Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Dr. Oloan P. Nababan, bersama rombongan pejabat dan tokoh masyarakat, meninjau langsung pelaksanaan normalisasi saluran irigasi yang selama ini menjadi penyebab utama kegagalan panen dan usaha ternak ikan di wilayah tersebut.

 

Turut hadir dalam peninjauan tersebut Sekda Humbahas Christison Rudianto Marbun, Ketua TP PKK Ny. Erma Oloan P. Nababan, Kepala Desa Baringin Hotmauli Sitohang, serta sejumlah dinas terkait.

 

Kepala Desa Baringin, Hotmauli Sitohang, menyampaikan betapa pentingnya proyek ini bagi warganya. “Dulu desa kami dikenal sebagai penghasil ikan dan telur bebek. Tapi sekarang, semua itu tinggal kenangan. Banjir selalu datang tiba-tiba dan menghanyutkan hasil ternak serta pertanian kami. Tanpa saluran irigasi yang layak, kami selalu gagal panen. Maka kehadiran Pak Bupati dan dimulainya normalisasi ini sangat berarti bagi kami,” ujarnya haru.

 

Bupati Dr. Oloan P. Nababan menegaskan bahwa normalisasi irigasi adalah kunci utama dalam menjaga stabilitas pertanian di daerah tersebut. “Kita sudah lihat langsung di lapangan. Alat berat sudah bekerja memperbaiki saluran air. Ini penting agar air bisa mengalir lancar ke sawah dan tidak menyebabkan banjir atau kekeringan,” jelasnya.

 

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan proyek ini tak hanya tergantung pada pemerintah, tetapi juga pada kesadaran warga untuk ikut menjaga dan merawat fasilitas irigasi. “Pertanian, khususnya padi, adalah tulang punggung pangan kita. Ini juga sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan nasional,” tambahnya.

 

Dengan langkah nyata yang telah dimulai ini, masyarakat Desa Baringin kembali menaruh harapan besar. Mereka percaya, dalam waktu dekat, desa mereka akan bangkit menjadi sentra pertanian dan perikanan seperti masa lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *