Humbahas Polmas
Aksi cepat Wakil Bupati Humbang Hasundutan, Junita Rebeka Marbun, SH., M.A.P., yang memberikan dukungan psikologis kepada Alesmon Lumban Gaol, anak laki-laki yang nyaris menjadi korban penculikan di Kecamatan Pollung, patut diapresiasi. Kunjungan yang dilakukan Selasa (29/4) itu menunjukkan bahwa isu keselamatan anak mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Dalam pertemuan yang berlangsung di kediaman orang tua Alesmon, Wabup menyampaikan pesan agar para orang tua lebih waspada serta aktif memantau aktivitas anak-anak mereka, baik saat bermain, di sekolah, maupun di rumah. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara orang tua dan anak sebagai bentuk perlindungan dari ancaman kejahatan terhadap anak.
Namun, langkah simpatik ini seharusnya tidak berhenti pada kunjungan seremonial semata. Masyarakat tentu berharap bahwa perhatian terhadap kasus ini diikuti dengan kebijakan nyata dan sistematis. Misalnya, peningkatan patroli keamanan di titik rawan, edukasi preventif kepada masyarakat, serta penanganan trauma secara profesional bagi anak-anak yang mengalami pengalaman serupa.
Hingga kini, belum ada informasi lanjutan mengenai pendampingan jangka panjang terhadap Alesmon, baik dari dinas terkait maupun lembaga psikologi anak. Selain itu, perlu dipertanyakan sejauh mana kesiapan pemerintah daerah dalam mengantisipasi dan menangani kasus-kasus penculikan anak yang semakin marak akhir-akhir ini.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut Kadis PMDP2A Maradu Napitupulu, Sekcam Pollung Chandra Marbun, dan Sekdes Pollung Polmar Manik, yang diharapkan juga membawa pulang catatan penting untuk perbaikan sistem pengawasan dan perlindungan anak di tingkat lokal.
Dukungan psikologis sangat penting, tetapi tanpa sistem pendukung yang kuat, hal itu bisa menjadi hanya bentuk empati sesaat. Semoga ini menjadi langkah awal, bukan akhir dari perhatian pemerintah terhadap keselamatan anak-anak di Humbahas.







