Tragedi di Kolam Renang Tao Toba Spinsur: Bocah 7 Tahun Tewas Tenggelam, Pengawasan dan Keselamatan Dipertanyakan

Humbahas, Polmas

Suasana liburan mendadak berubah duka. Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun berinisial BS, warga Jalan Veteran, Kecamatan Doloksanggul, tewas tenggelam saat mandi di kolam renang Tao Toba Spinsur, Desa Piarung, Kecamatan Paranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan, pada Minggu (6/4/2025).

 

Kejadian memilukan ini terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Berdasarkan hasil pemantauan CCTV, korban yang awalnya bermain di kolam dangkal dengan kedalaman 40 cm, berpindah ke kolam yang lebih dalam dengan kedalaman 120 cm. Naas, tanpa pengawasan orang tua maupun penjaga kolam, BS tenggelam dalam waktu kurang dari dua menit—dan tak ada satu pun pengunjung yang menyadari insiden tersebut hingga terlambat.

 

Seorang pengunjung dewasa akhirnya melihat tubuh anak itu mengambang dan segera mengangkatnya ke tepi kolam. Pihak pengelola kolam langsung meminta bantuan ke Pos Pelayanan Spinsur yang berjarak sekitar 100 meter. Sayangnya, saat tiba di RSU Doloksanggul, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

 

PLT Kapolres Humbang Hasundutan, Kompol Muslim Amin, menyampaikan bahwa pihaknya langsung menurunkan tim identifikasi ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan visum luar. Dari hasil penyelidikan, tidak ditemukan unsur tindak pidana. Polisi juga telah memeriksa CCTV dan sejumlah saksi, serta mengamankan barang bukti dan membuat surat pernyataan dengan pihak keluarga korban.

 

Meski tidak ada unsur pidana, peristiwa ini menyisakan pertanyaan serius soal sistem pengamanan dan pengawasan di tempat wisata air, khususnya yang melibatkan anak-anak. Minimnya pengawasan baik dari orang tua maupun pihak pengelola menjadi sorotan utama. Kolam umum yang menyasar keluarga seharusnya memiliki sistem keamanan ketat, mulai dari penjaga kolam (lifeguard) yang siaga hingga rambu peringatan yang jelas soal kedalaman dan larangan berenang tanpa pengawasan.

 

Kejadian ini menjadi pengingat pahit bahwa liburan yang seharusnya menyenangkan bisa berubah menjadi tragedi hanya karena kelalaian yang tampak sepele. Harapan publik ke depan, pengelola wisata air lebih serius dalam menerapkan standar keselamatan, dan orang tua pun diimbau untuk tidak lengah dalam menjaga anak saat beraktivitas di area berisiko tinggi seperti kolam renang.

 

Satu nyawa melayang, semoga jadi pelajaran berharga bagi semua pihak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *