PERAYAAN MENYAMBUT HUT KEMERDEKAAN RI DI SEKOLAH MUHAMMADIYAH TANJUNG TIRAM DIWARNAI AKSI TAWURAN ANTAR PELAJAR

Batu Bara, (Polmas)

 

Sosok Siswa (pelajar) memang masih labil dan belum bisa berpikir dewasa, apalagi dalam menyelesaikan masalah yang terjadi diantara mereka. Para Siswa (pelajar) umumnya cendrung menggunakan hati panas dan sikap emosi dalam menghadapi suatu persoalan. Akibatnya, kekerasan dan perkelahian massal atau yang ngetrend disebut tawuran kerap kali terjadi jika para Siswa terlibat persoalan dengan rekan sejawatnya.

 

Kondisi yang demikian itu tak ubahnya seperti peristiwa yang terjadi di SLTA MUHAMMADIYAH TANJUNG TIRAM pada Hari Rabu kemarin 14 Agustus 2024. Awal yang indah penuh canda berubah menjadi permusuhan diantara sesama Siswa SLTA MUHAMMADIYAH yaitu antara Siswa SMK MUHAMMADIYAH dan Siswa SMA MUHAMMADIYAH TANJUNG TIRAM.

 

Bermula dari pargelaran lomba tarik tambang yang diadakan pihak sekolah dalam rangka merayakan dan memeriahkan HUT ke-79 Proklamasi Kemerdekaan RI, rupanya sorak sorai dan saling ejek dari supporter yang mendukung teamnya masing masing memicu terjadinya tawuran diantara mereka. Dari hasil perlombaan tarik tambang itu, Siswa SMK MUHAMMADIYAH lebih perkasa dari Siswa SMA MUHAMMADIYAH sehingga Siswa SMK MUHAMMADIYAH tampil sebagai juara.

 

Tidak terima teamnya kalah, salah seorang supporter Siswa SMA MUHAMMADIYAH ditengarai ada yang melempar pasir ke arah salah seorang supporter Siswa SMK MUHAMMADIYAH namun lemparan pasir tersebut mengenai panitia penyelenggara yang bernama Ihsan dan Cafin masing masing berumur 17 Tahun dan merupakan Siswa SMK MUHAMMADIYAH. Aksi pelemparan pasir oleh supporter SMA MUHAMMADIYAH itu menimbulkan keributan antara Siswa SMK MUHAMMADIYAH dan Siswa SMA MUHAMMADIYAH Tanjung Tiram.

 

Meskipun pihak guru berhasil menghentikan keributan yang terjadi diantara sesama anak didiknya di dalam sekolah, rupanya para Siswa yang terlibat keributan di dalam sekolah masih menaruh rasa sakit hati sehingga mereka melanjutkan keributan di luar sekolah dengan melakukan tawuran.

 

Mendengar dan melihat Siswanya tawuran, pihak guru tidak tinggal diam, mereka dengan cepat turun ke lokasi tawuran guna melerai dan membubarkan aksi tawuran tersebut. Upaya para guru itu tidak sia sia, mereka mampu membubarkan tawuran para Siswanya.

 

Informasi tawuran antar sesama Siswa SLTA MUHAMMADIYAH Tanjung Tiram tersebut rupanya sampai kepada Pihak Kepolisian Polsek Labuhan Ruku. Mendengar informasi terjadinya tawuran yang melibatkan sesama Siswa SLTA MUHAMMADIYAH Tanjung Tiram, Personil Polsek Labuhan Ruku langsung turun ke lapangan guna melakukan Pengumpulan Bahan dan Keterangan (PULBAKET) yang berujung pada kesimpulan mengundang para pihak yang terkait dengan aksi tawuran untuk melaksanakan pertemuan pada Kamis 15 Agustus 2024 agar dampak tawuran tidak meluas.

 

Sesuai yang direncanakan, Hari Kamis 15 Agustus 2024 bertempat di Sekolah MUHAMMADIYAH Tanjung Tiram, dilaksanakan pertemuan untuk menyelesaikan masalah tawuran antar Siswa SLTA MUHAMMADIYAH yang terjadi pada Rabu sore 14 Agustus 2024. Dipimpin oleh Kapolsek Labuhan Ruku AKP Cecep Suhendra yang turut didampingi Kanit Binmas IPTU Ahmad Fahmi, S.H., dan Kanit Intelkam BRIPKA Irpan serta dihadiri oleh para guru, para orang tua, dan para Siswa yang bertikai, rapat penyelesaian masalah tawuran antar sesama Siswa SLTA MUHAMMADIYAH Tanjung Tiram berjalan sesuai yang diharapkan. Berkat arahan yang diberikan oleh Kapolsek dan Kanit Binmas Polsek Labuhan Ruku, para Siswa sepakat untuk berdamai dan mereka berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang sama dikemudian hari.

 

Usai memimpin pertemuan, Kapolsek Labuhan Ruku AKP Cecep Suhendra kepada Wartawan mengatakan bahwa tawuran bukan cara untuk menyelesaikan masalah, malah memunculkan masalah baru. Oleh karenanya Kapolsek berharap ke depan jangan sampai terjadi lagi aksi tawuran diantara sesama Siswa karena dampaknya sangat membahayakan keselamatan jiwa para generasi penerus bangsa kita.

 

Dalam kesempatan itu, Kapolsek menghimbau kepada guru dan orang tua untuk benar benar memperhatikan dan mendidik anak serta siswanya secara serius, dan apabila terjadi masalah diantara mereka segera hubungi pihak Kepolisian agar bisa diselesaikan secara cepat dan tuntas.

 

Sejumlah pihak sangat menyayangkan terjadinya aksi tawuran antar pelajar di Tanjung Tiram di tengah suasana menyambut perayaan HUT ke-79 Kemerdekaan RI. Para pihak tersebut menyatakan semestinya para pelajar dapat memaknai arti kemerdekaan dengan memperkuat persatuan dan kesatuan diantara sesama anak bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *