Batu Bara, (Polmas)
PT. Indonesia Asahan Aluminium atau PT. INALUM dan PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk berkolaborasi membangun Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Mempawah sebagai langkah hilirisasi komoditas bauksit di Indonesia. Namun, mengapa hal tersebut menjadi kritikal pada saat ini di Indonesia?
Corporate Secretary INALUM Mahyaruddin Ende pada Selasa (20/2) menyebutkan bahwa hilirisasi komoditas bauksit menjadi alumina di Indonesia merupakan mandat negara sekaligus langkah strategis nasional dalam menciptakan rantai pasok terintegrasi hulu-hilir yang akan memberikan kontribusi lebih besar kepada negara.
“SGAR Mempawah merupakan wujud dari pelaksanaan mandat hilirisasi industri pertambangan di Indonesia, dalam hal ini komoditas bauksit. Dengan SGAR Mempawah, diharapkan tercipta sebuah rantai pasok hulu-hilir terintegrasi dari komoditas bauksit menjadi komoditas harian yang kita nikmati sehari-hari, salah satunya aluminium. Kami berharap proyek ini segera rampung, segera beroperasi, dan segera berkontribusi,” ujar Mahyaruddin.
Dikatakannya, Smelter Grade Alumina Refinery atau SGAR mulai dibangun pada 2020 di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, sekitar 100 km dari Kota Pontianak. Setelah beroperasi sambungnya, smelter alumina ini akan menghubungkan rantai pasokan antara mineral biji bauksit (Kalimantan Barat) dengan pabrik peleburan aluminium (INALUM). Selanjutnya Mahyaruddin mengungkapkan setelah beroperasi, produk alumina SGAR akan didistribusikan melalui Pelabuhan Kijing Pelindo.
Lebih jauh Mahyaruddin memamparkan, bauksit merupakan bahan baku utama dari produk alumina yang akan diproduksi oleh SGAR dan Indonesia tambahnya memiliki cadangan bauksit nomor urut 6 terbesar di dunia. Berdasarkan rencana yang telah dibuat, Mahyaruddin mengungkapkan Komoditas bauksit akan ditambang langsung secara modern dan greenmining oleh PT. ANTAM Tbk di kawasan Kalimantan Barat, 30 km dari smelter.
Masih menurut Mahyaruddin, pada tahap berikutnya bauksit yang telah dikirim ke SGAR akan diekstraksi dan direfinery yang disebut dengan Bayer Process dan menghasilkan alumina. Mahyaruddin menerangkan, Alumina atau Aluminium oksida adalah sebuah senyawa kimia dari alumunium dan oksida, dengan rumus kimia Al2O3. “Alumina adalah bahan yang paling banyak digunakan untuk berbagai jenis kebutuhan, diantaranya: metalurgi, industri kimia, industri otomotif, dan industri kosmetik. Dalam konteks produksi aluminium, dari 6 ton bauksit yang direfinery, akan menghasilkan 2 ton alumina, dan 2 ton alumina akan menghasilkan 1 ton aluminium”, ucap Mahyaruddin menjelaskan.
Terkait dengan kontinuitas SGAR, Mahyaruddin menyampaikan Strategi yang diusung PT. INALUM dan PT. ANTAM dalam melanjutkan pengerjaan SGAR Fase II adalah dengan melakukan pencarian mitra strategis untuk menggarap SGAR fase II. Hal ini ditegasnya, untuk memenuhi kebutuhan brownfield dan greenfield expanion dari smelter aluminium sembari harapnya proyek ini juga dinilai dapat memacu roda perekonomian di Provinsi Kalimantan Barat khususnya di Kabupaten Mempawah dengan adanya potensi penambahan pendapatan daerah, penyediaan lapangan kerja baik langsung maupun tidak langsung, serta program pemberdayaan masyarakat sekitar lokasi proyek.







