Batu Bara – Polmas Online
Mencuatnya kasus dugaan manipulasi seleksi guru honorer Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kabupaten Batu Bara tahun 2023, sempat menjadi perbincangan hangat, memasuki tahap penyelidikan Satreskrim Polres Batu Bara hingga Polda Sumut keterangan Kabid Humas Polda Kombes Pol H. Hadi Wahyudi menjawab pertanyaan Wartawan.
Informasi di himpun beberapa sumber menyebutkan pejabat di pusara seleksi PPPK 2023 Kabupaten Batu Bara mulai di periksa untuk di ambil keterangannya. Rabu (31/1/24)
Menyikapi perkembangan kasus PPPK di Batu Bara Kordinator (Komite Advokasi Untuk Guru Merdeka (Korum ) H. Muhammad Rafik yang ikut mendampingi pelapor di Mapoldasu mengatakan, kamis 1 februari 2024 kemungkinan besar akan ada gerakan adik adik dari aliansi Mahasiswa Sumatra Utara ke Mapolda Sumut minta usut Tuntas dugaan kecurangan Rekrutman PPPK di Kab. Batu Bara,Kab.Mandailing Natal dan Labuhan Batu.
Agar pihak aparat penegak hukum (APH) segera menuntaskan permasalahan yang membuat kisruh dunia pendidikan di batu bara, sehingga para pelapor yang terzolimi mendapat keadilan serta membongkar adanya dugaan dokumen palsu yang dikeluarkan beberapa kepala sekolah kepada peserta yang belum memenuhi syarat untuk dapat mengikuti ujian CASN PPPK,
Bahkan Rafik menduga ada nya sertifikat palsu maka dari itu dengan banyak temuan dalam penyelenggaraan rekreutmen PPPK dirinya meminta kepada pejabat terkait (PJ Bupati Batu Bara) untuk membatalkan SKTT, jika perlu melakukan seleksi ulang, agar semua lebih transparan. demi terwujudnya pembangunan SDM di batu bara yang lebih baik.
Rafik juga berharap kepada APH untuk mengusut tuntas siapa aktor intelektual dugaan pemerasan terhadap peserta yang di duga dilakukan secara masif. dan menyelidiki kemana dugaan Pos aliran dana PPPK tersebut. Pungkasnya.







