Batu Bara, (Polmas)
PT Indonesia Asahan Aluminium atau INALUM melakukan 5 (lima) program Eco-Inovasi dalam operasional Pabrik Peleburan (Smelter) Kuala Tanjung yang terletak di Kecamatan Sei Suka Kabupaten Batu Bara Provinsi Sumatera Utara. Langkah ini merupakan komitmen perusahaan dalam menciptakan industri aluminium yang modern dan ramah lingkungan sesuai dengan visi misi perusahaan.
Corporate Secretary INALUM Mahyaruddin Ende menyebut bahwa program Eco-Inovasi merupakan komitmen perusahaan dalam berinovasi dengan tujuan mewujudkan visi perusahaan yang sekaligus menciptakan operasional perusahaan secara efisien, efektif, dan ramah lingkungan.
โSepanjang 48 Tahun keberadaannya, INALUM berkomitmen untuk terus menciptakan inovasi dan modernisasi dalam operasional perusahaan. Program Eco-Inovasi di Smelter Kuala Tanjung merupakan salah satunya. Beberapa langkah dilakukan dan menciptakan hasil yang signifikan. Kami berharap bisa menciptakan inovasi-inovasi lanjutan demi mempertahankan wajah industri aluminium nasional yang modern dan ramah lingkungan,โ ujar Mahyaruddin.
Dikatakannya, Program Eco-Inovasi yang dilakukan oleh perusahaan dalam selama Tahun 2023 meliputi Penghematan Energi, Penurunan Emisi, Pemanfaatan Scrap Bekas, Penurunan Limbah Sludge, dan Program Recycle air. “Program berlangsung selama setahun dan selama proses pelaksanaan program dilakukan secara kolaborasi antar seksi dan melakukan inovasi-inovasi berkelanjutan untuk mendapatkan hasil yang maksimal”, ucap Mahyaruddin menambahkan.
Dalam hal penghematan energi, menurut Mahyaruddin Ende, INALUM berhasil melakukan penghematan energi sebesar 70,85 MWH / 255,03 GJ. Sementara untuk penurunan emisi yang dihasilkan proses busbar, INALUM berhasil menurunkan emisi hingga 3.523,62 Ton CO2. Lalu sambungnya, dalam hal recycle, INALUM berhasil melakukan pemanfaatan scrap bekas mencapai 90,9 Ton. Kemudian untuk pengelolaan limbah sludge, INALUM berhasil menurunkan limbah sludge yang dihasilkan IPAL hingga 157,36 Ton. Terakhir untuk pengelolaan air bersih, INALUM melakukan program recycle air cooling tower hingga 278.971 m3.
Kelima program tersebut tandas Mahyaruddin juga merupakan usaha meningkatkan keberlanjutan perusahaan sebagai bukti dalam turut serta membangun masa depan yang berkelanjutan. Menutup penjelasannya, Mahyaruddin menyampaikan bahwa INALUM tetap memprioritaskan pelestarian lingkungan, mengedepankan tanggung jawab sosial, mempertahankan praktik tata kelola yang efektif, membina hubungan yang kuat dengan investor, serta menyampaikan laporan keberlanjutan secara transparan.
“Dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip ini, Kami memastikan keberlanjutan dan dampak positif dari kegiatan operasional Kami, serta berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat lokal dan masyarakat luas”, tegas Mahyaruddin penuh optimisme..







