JELANG PERAYAAN MAY DAY, DPC K.SPSI KABUPATEN BATU BARA MINTA KEPADA PEKERJA/BURUH AGAR TETAP MENJAGA KONDUSIFITAS DUNIA USAHA

Batu Bara, (Polmas)

Menjelang perayaan Hari Buruh Internasional atau yang lazim disebut May Day pada 1 Mei 2023, Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPC K.SPSI) Kabupaten Batu Bara minta dan sekaligus menyerukan kepada pekerja/buruh untuk tetap menjaga kondusifitas dunia usaha tanpa perlu ikut ikutan dalam kegiatan aksi unjuk rasa atau aksi sweeping jika ada pihak yang mengajak. Demikian disampaikan oleh Sekretaris DPC K.SPSI Kabupaten Batu Bara Suhairi, S.Sos., S.H. dalam siaran persnya dihadapan sejumlah Wartawan di RM. Sempurna Simpang Kuala Tanjung Kecamatan Sei Suka, Rabu (26/4).

Dikatakannya, perayaan May Day harus dijadikan momentum bagi pekerja/buruh untuk melakukan instropeksi diri apakah kinerja yang diberikan selama ini kepada perusahaan sudah sesuai dengan yang diharapkan baik itu menyangkut kedisiplinan, produktivitas, maupun keselamatan dan kesehatan kerja. Selanjutnya tambah Suhairi, setelah para pekerja/buruh melakukan instropeksi diri secara internal barulah kemudian pekerja/buruh melakukan evaluasi menyeluruh atas hak dan kewajibannya dalam konteks hubungan industrial.

Apabila dari hasil evaluasi menyeluruh masih ada ditemukan hal hal yang tidak sesuai menurut Undang Undang ataupun menurut asas kepatutan khususnya terkait dengan hak hak normatif pekerja, pria yang berprofesi sebagai advokat ini menganjurkan agar pekerja/buruh menyampaikannya secara diplomasi melalui Pimpinan Serikat Pekerja agar meneruskannya kepada pihak perusahaan.

Jadi sebut Suhairi soal May Day tidak mesti dimaknai sebagai gerakan pekerja/buruh yang sporadis dalam menyampaikan tuntutan atau keinginan kepada pemerintah dan pengusaha seperti melalui unjuk rasa, mogok kerja atau aksi sweeping. “May Day dapat juga dimaknai secara elegan dan edukatif dengan melakukan berbagai kegiatan yang konstruktif yang bermuara pada perbaikan nasib pekerja/buruh”, ucap Suhairi mantan Tim Ahli DPRD Kabupaten Batu Bara itu.

Khusus untuk Kabupaten Batu Bara, Suhairi minta kepada pekerja/buruh tetap tenang dan bekerja seperti biasa bagi yang bekerja, sedangkan yang libur agar menjaga kondusifitas dunia usaha tanpa perlu terhasut oleh ajakan ajakan pihak tertentu yang dapat menimbulkan ekses buruk bagi pekerja/buruh itu sendiri. “Sekali lagi saya minta kepada pekerja/buruh di Kabupaten Batu Bara untuk memaknai May Day secara edukatif, positif, dan profesional. Mari kita tunjukkan kepada daerah lainnya bahwa pekerja/buruh di Kabupaten Batu Bara adalah orang orang yang memiliki kompetensi tinggi dan terpimpin sehingga lebih memilih cara cara yang elegan dan humanis dalam merayakan May Day Tahun 2023 ini”, pinta Suhairi serius.

Dalam kesempatan bertemu sejumlah Wartawan, Suhairi menyatakan kendatipun selama ini dunia usaha di Kabupaten Batu Bara selalu kondusif, kepada Pemerintah Kabupaten Batu Bara diminta untuk tidak sepele terhadap masalah perburuhan dan ketenagakerjaan. Suhairi mengingatkan agar ke depan Pemerintah Kabupaten Batu Bara lebih bertanggungjawab terhadap kondusifitas dunia usaha dengan mengalokasikan anggaran yang cukup dan memadai untuk kepentingan pekerja/buruh termasuk dalam rangka perayaan May Day 1 Mei 2023 mendatang.

“Berdasarkan pengamatan yang saya lakukan selama ini, Pemerintah Kabupaten Batu Bara memang terkesan sepele terhadap kepentingan pekerja/buruh, terbukti anggaran yang dialokasikan pada bidang ketenagakerjaan sangat sangat minim. Padahal perlu dicatat untuk memelihara dan mewujudkan kondusifitas daerah sangat mahal harganya”, ujar Suhairi menutup perbincangannya dengan sejumlah insan media.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed