Batu Bara, (Polmas)
Menjelang Idul Fitri 1444 H/2023 M, Tabloid Polmas Poldasu kebanjiran keluh kesah dari berbagai kalangan, diantaranya dari para Guru Honorer, Anggota BPD dan Pimpinan Ormas. Mereka mengeluhkan tidak cairnya honor/tunjangan/uang pembinaan yang ditunggu tunggu guna membiayai keperluan Hari Raya Idul Fitri.
Kepada Wartawan Tabloid Polmas Poldasu para Guru Honorer menyampaikan sampai Tanggal 21 April 2023 yang berarti H-1 Idul Fitri, honor mereka juga belum cair. Demikian halnya untuk uang tunjangan Anggota BPD dan uang pembinaan Ormas mengalami nasib yang sama. Hingga Tanggal 21 April 2023, baik uang tunjangan Anggota BPD maupun uang pembinaan Ormas tidak kunjung cair.
Menyikapi kondisi yang demikian itu baik para Guru Honorer, para Anggota BPD maupun para Piminan Ormas merasa sangat kecewa berat. Khusus para Guru Honorer, mereka menerangkan sudah 5 bulan tidak gajian baik itu untuk Guru Honorer Tingkat SD maupun SMP. “Sudah honornya kecil, 5 bulan tidak gajian, siapalah orang yang mau peduli terhadap nasib kami”??, ucap sejumlah Guru Honor yang tidak ingin namanya disebutkan dalam pemberitaan ini.
Dalam perbincangannya dengan awak media Tabloid Polmas Poldasu, baik para Guru Honorer, para Anggota BPD, maupun para Pimpinan Ormas menyatakan heran kenapa hak hak yang mestinya mereka terima tidak diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Batu Bara. “Seharusnya Bupati memahami dalam rangka menghadapi Idul Fitri 1444 H/2023 M banyak kebutuhan yang perlu dipenuhi oleh setiap keluarga. Dan semua itu tentu membutuhkan adanya uang. Lalu bagaimana nasib kami menghadapi Idul Fitri 1444 H/2023 M ditengah kondisi honor, uang tunjangan dan uang pembinaan tidak dicairkan PEMKAB?, keluh para Guru Honorer, Anggota BPD dan Pimpinan Ormas kepada Wartawan Tabloid Polmas Poldasu.
Sejumlah kalangan yang mengetahui tidak cairnya honor para Guru Honorer, uang tunjangan Anggota BPD, dan uang pembinaan Ormas mengatakan sangat menyayangkan hal tersebut bisa terjadi. Mereka menuding Pemerintah Kabupaten Batu Bara tidak memiliki empati terhadap keadaan Guru Honorer, Anggota BPD, dan Pimpinan Ormas khususnya disaat menjelang Perayaan Idul Fitri 1444 H/2023 M.
Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan oleh Tim Tabloid Polmas Poldasu diperoleh informasi bahwa tidak cairnya honor para Guru Honorer, uang tunjangan Anggota BPD, dan uang pembinaan Ormas dikarenakan Kas Daerah Pemerintah Kabupaten Batu Bara dalam kondisi kosong alias tidak ada uang. Kemudian juga beredar kabar bahwa saat ini sedang terjadi pemangkasan anggaran secara besar besaran pada masing masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai buntut pembangunan Kantor Bupati Batu Bara senilai 54 Miliar. Implikasi yang sangat dirasakan akibat pemangkasan anggaran pada tiap tiap OPD adalah banyak sekali program kerja OPD yang bertendensi untuk kepentingan dan kemaslahatan masyarakat terpaksa dibatalkan atau ditiadakan. Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa pembangunan Kantor Bupati Batu Bara saat ini membawa derita pada masyarakat.
Atas terjadinya carut marut Keuangan Pemerintah Kabupaten Batu Bara sebagaimana dimaksud di atas, memantik komentar dari berbagai pihak. Praktisi hukum Suhairi, S.Sos., S.H. yang juga berprofesi sebagai Advokat meminta DPRD Kabupaten Batu Bara memanggil Bupati Batu Bara guna menyampaikan penjelasan resmi tentang duduk perkara tidak cairnya honor para Guru Honorer (selama 5 bulan), tidak cairnya uang tunjangan Anggota BPD dan tidak cairnya uang pembinaan Ormas menjelang Idul Fitri 1444 H/2023. Pemanggilan Bupati Batu Bara oleh DPRD terkait duduk perkara yang saya sebutkan tadi tegas Suhairi adalah untuk kepentingan objektif agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan jelas mengenai kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten Batu Bara saat ini sehingga tidak.menimbulkan preseden buruk yang meluas.
Sampai berita ini dikirim ke meja redaksi tidak ada satu pun pejabat Pemerintah Kabupaten Batu Bara yang dapat dihubungi guna kepentingan konfirmasi. Baik Bupati, Sekda, maupun Bagian Humas tidak bisa dihubungi HP nya.










