TAPUT_TabloidPolmasPoldasu.co.id
Hari tekakhir Sertifikasi Kompetensi Wartawan yang dikuti oleh 22 orang Wartawan dari berbagai media, dimana 20 orang wartawan yang mengikuti jenjang Reporter Muda, 1 orang wartawan jenjang Wartawan Madia, 1 Orang wartawan jenjang wartawan Utama. Tarutung, 19/04./2023
Dalam acara penutupan yang dihadiri Aktivis Aliansi Masyarakat Adat Nusantara ( AMAN ) Indonesia, yang juga tamu istimewa DPC- SPRI Tapanuli Utara Ir.Abdon Nababan, Alumni Institut Teknologi Pertanian Bogor ( IPB ) pada kesempatan acara penutupan Abdon Nababan 6t8agb dalam sambutannya menyampaikan, pesan untuk DPC- SPRI Taput, Ketua Lamhot Silaban, ST, Sekretaris Bangkit Nababan, dan Bendahara Mangalantap Silaban, serta panitia SKW 2023 Bangun MT Manalu sebagai ketua dan Bahari Simanjuntak sebagai Sekretaris menekankan perlunya peningkatan kapasitas melalui Sertifikasi Kompetensi Wartawan (SKW) sesuai UU No. 40/1999 tentang Pers untuk menghadapi tantangan era digital.
Abdon Nababan sangat mengapresiasi DPC-SPRI Taput atas upaya peningkatan kapasitas dan SKW ini. Secara profesional, saya tidak pernah menyandang status wartawan/jurnalis. Tapi perjalanan hidup dan perjuangan saya lebih 30 tahun ini tidak terpisahkan dari dunia pers, dari para wartawan, membesarkan dan dibesarkan oleh media. Tanpa media saya Abdon Nababan tidak akan jadi seperti yang dikenal oleh publik saat ini. Untuk bidang yang saya geluti, saya ini ‘media darling’, yang dicari pernyataannya, khususnya di masa kejayaan rejim orde baru Suharto yang otoriter.
Saya dikenal sebagai perintis evidence-based campaign and advocacy. Narasumber dalam pelatihan-pelatihan investigative journalism. Saat ini masih diminta sebagai Pembina Green Press, Perkumpulan Wartawan Lingkungan
Pers memiliki peranan penting dalam sebuah Abdon Nababan juga dalam sambutannya mengutarakan negara demokrasi seperti di Indonesia, sebab pers menjadi wadah untuk:
1. menyampaikan aspirasi rakyat – berpihak pada korban, berpihak pada kelompok rakyat yang suaranya tidak atau kurang terdengar
2. media komunikasi – masyarakat berhak tahu pers memiliki kewajiban untuk memberikan informasi yang akurat dan berimbang, menyebarkan beragam informasi untuk mendukung kemajuan masyarakat. Menginspirasi seluruh elemen masyarakat untuk berbuat kebaikan.
3. kontrol masyarakat – pers berfungsi untuk mengawasi jalannya birokrasi, sehingga dapat mencegah terjadinya penyelewengan, seperti Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN), intolerasi di tengah masyarakat, khususnya ditengah maraknya politik identitas dan berbagai penyimpangan lainnya.
Informasi yang telah disebarluaskan melalui media tentunya berfungsi untuk mendidik, mencerdaskan, dan dapat mendorong seseorang untuk berbuat kebaikan.
Dengan posisi dan peran media yang demikian vital dan strategis maka peningkatan kompetesi wartawan adalah keharusan. Itulah salah satu tugas penting organisasi pers, asosiasi jurnalis/wartawan seperti SPRI.
Pilihan menjadi wartawan adalah pilihan prosesi yang terhormat. Kehormatan seorang wartawan sangat ditentukan kompetensi dan profesionalismenya sebagai wartawan.
Menjadi wartawan adalah pilihan menjadi seorang intelektual, cendikiawan, Sang pencerah, punya wawasan dan pengetahuan yang luas untuk bisa membaca mana yang baik dan buruk bagi kehidupan publik, bagi pertumbuhan demokrasi yang sehat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, bahkan lebih luas lagi dalam pergaulan global, antar bangsa dan lintas negara.
Adapun saat ini penugasan untuk saya menjadi salah satu calon DPD RI dari dapil SUMUT
akan memperjuangkan diantaranya :
1. Mempercepat pengembalian wilayah/hutan/tanah adat dari Pemerintah dan pemegang konsesi SDA. (melanjutkan perjuangan yang sudah dilakukan selama 25 tahun terakhir)
2. Mengawal proses transformasi ekonomi berbasis lahan di Kawasan Danau Toba (KDT) dari ekstraksi/ekploitasi/polusi menjadi ekonomi hijau berbasis masyarakat adat dan Desa (kerakyatan) [mempererat keterkaitan pemulihan lingkungan ekosistem Danau Toba dengan pengembangan usaha berbasis komunitas seperti BUMMA dan koperasi.
3. Mengawal proses pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis ekosistem geopark-vulkanik dan keragaman budaya suku-suku asli (melanjutkan)
4. Memastikan pelaksanaan reforma agraria sejati di SUMUT yang tinggal melanjutkan
5. Menguatkan penyelenggaraan otonomi asli Desa atau nama lain yang juga tinggal melanjutkan
6. Memperkuat dan memperluas kewenangan daerah dalam pengalokasian, pengelolaan dan pemanfaatan SDA dan SDM di daerahnya. Memastikan bahwa desentralisasi memberikan kontrol yg lebih besar kepada PEMDA atas kegiatan-kegiatan ekonomi yg menguntungkan bagi daerah dan perusahaan-perusahaan yang ada di daerah.
7. Merestorasi Ekosistem Esensial (geo-hidrologi dataran tinggi Toba dam pesisir). Memperkuat posisi dan peran masyarakat di KDT dan di pantai timur dan barat SUMUT dalam upaya pemulihan (restorasi), konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan ekosistim KDT, pesisir dan perairan laut.
Diakhir sambutannya mengatakan, training jurnalis, atau Sertifikasi Kompetensi Wartawan, dimana hal ini sangat penting untuk menambah dan menggali kemampuan seorang Wartawan atau Jurnalis untuk menyajikan sebuah berita yang lebih baik dibaca oleh Publik, dan konteksnya adalah menghadapi zaman digitalisasi dan Undang-undang ITE, dimana seorang wartawan dituntun dengan Profesional agar terhindar dari jeratan Hukum.
Ketua umum DPP Serikat Pers Republik Indonesia ( SPRI ) dan juga Assesor Lembaga Sertifikasi Profesi Pers, Heintje. G. Mendagi menyampaikan, Dunia Pers itu bersentuhan konflik sosial Masyarakat, apalagi berkaitan dengan kegiatan investigasi untuk melengkapi sebuah berita yang mau ditayangkan. SKW ini salah satu hal yang menarik di daerah Sumatra Utara, di Kota Medan sudah melakukan Sertifikasi untuk 24 wartawan, dan kemudian hari ini di Kabupaten Tapanuli Utara.
Assesor Lembaga Sertifikasi Profesi Pers Pusat, Mahgfur Gazali juga menyampaikan sebagai Wartawan, kita harus punya prinsip, yang pertama harus Akurasi, Kita kalau menulis harus Akurasi dan lengkap, yang ke-dua Berkeadilan,
apa yang disajikan oleh seorang wartawan kepada Publik harus memiliki rasa keadilan dalam menyajikan berita,
Ketiga, wartawan itu harus mandiri,
Profesi wartawan itu adalah profesi yang mulia, sajikanlah berita itu berimbang, tidak dipengaruhi oleh pihak-pihak. Diakhir sambutannya, Mahgfur Gazali berpesan, Kepada Pesarta SKW, agar tidak henti-hentinya belajar seputar dunia jurnalistik, untuk mengikuti perkembangan zaman digitalisasi.
Ketua DPC SPRI Tapanuli, Lamhot Silaban, ST. Mengharapkan agar Peserta SKW meningkatkan kualitas dalam Pemberitaan, jadikan Grup WhatsApp SPRI Tapanuli ajang tukar pikiran atau pendapat seputar berita yang akan ditayangkan di media masing-masing. Sebagai Panitia penyelengara saya berharap semua peserta ujian SKW mendapatkan Predikat Kompeten, untuk sertifikasikan pada Rapat Pleno LSP, dan BNSP, ujar Lamhot dan sekaligus menutup acara sertifikasi koompetensI wartawan DPC-SPRI Kabupaten Tapanuli Utara.













