Berastagi, (POLDASU)
Niat baik untuk konfirmasi dengan Kepala SMK Negeri 1 Berastagi 3 Orang Wartawan mendapat perlakuan tidak Menyenangkan dari VP, Staff Humas SMK tersebut kami sangat menyesalkan sikap Humas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Negeri Berastagi dengan gaya arogannya melarang pihak Media bertemu dengan Kepala Sekolah untuk mengkonfirmasi terkait rumor yang beredar di tengah masyarakat. Senin (10/4-2023)
Awalnya, 3 (tiga) orang wartawan tersebut, datang ke ruang kantor Kepala Sekolah hendak menanyakan keberadaan Kepala Sekolah SMK 1 Berastagi, namun salah satu staff di kantor Kepsek mengarahkan ke Humas terlebih dahulu, atas arahan tersebut, akhirnya Tim wartawan menuju kantor Humas dan di ruangan itu ada beberapa orang staff yang menerima kedatangan kami
Dikantor tersebut Tim wartawan langsung bertemu dengan oknum VP salah satu Humasnya. Dan singkat cerita, VP menyambut tim wartawan dengan (cuek) serta tanpa basa basi langsung menanyakan maksud dan tujuan kehadiran wartawan ke Sekolah, sembari kemudian VP dan rekannya meminta Tim wartawan untuk mengisi buku daftar Tamu, yang memancing tim tersulut emosi atas penuturan gaya bahasa VP yang ketus bagai seorang Bos di Sekolah itu.
“Oknum VP ini, sudah kelewatan, Sekolah itu mungkin dianggap miliknya..! Kita hanya ingin konfirmasi terkait isi pengutipan uang terhadap siswa dan kita telah memperkenalkan diri serta mengisi buku daftar tamu, tapi dia ‘VP’ (oknum staff Humas) meminta tunjukkan KTA, saya telah berikan dan tunjukkan, namun teman kita yang lain juga di minta padahal kita sama – sama (Tim) yang hanya hendak mengkonfirmasi untuk berjumpa dengan Kepsek, itu sajalah, tak lebih,” ujar St Manalu salah seorang wartawan media cetak yang ikut.
Lanjutnya lagi,” sesuai yang diminta, saya telah menunjukkan KTA, walaupun sebelumnya kita dan tim wartawan telah memperkenalkan diri sebelum disuruh tunjukkan KTA kepada Staff dan memfoto KTA Pers, padahal saat itu kita sudah menjelaskan maksud dan tujuan kita dengan etikad baiklah, namun lagi – lagi, kata oknum tersebut,” kalau tidak menunjukkan KTA, saya tidak izinkan ketemu dengan Kepsek..!,itu hak saya..!,” ujar VP dengan nada Tinggi sehingga para guru dan siswa lainnya kaget melihat Biliau bicara dengan nada tinggi tersebut,” terang Manalu.
Sementara itu, J. Pelawi dari media Dnid.co.id menuturkan bahwa kejadian tersebut, oknum staff Humas itu, sangat arogan dan mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Karo, mengingat oknum tersebut adalah bagian dari tenaga pendidik di sekolah tersebut, harusnya dia contoh yang teladan. Nah yang parahnya, oknum tersebut ucapkan di depan kami, “Foto..! foto..aku..!!, la aku mbiar (foto saya, foto..!saya tidak takut_red), katanya menentang kami, dan tentunya kami merasa tugas-tugas jurnalistik yang kami lakukan tidak dihargai, padahal kita tahu di UU No 14 Tahun 2008 jelas tertuang tentang Keterbukaan Informasi Publik,” kata Pelawi, sembari sebutkan, ini menjadi atensi bagi pihak Sekolah.
Salah satu aktivis, T Purba (54), saat diminta pendapatnya, Selasa (11/04. 2023) perihal kejadian tersebut, Pak Purba ini sangat menyayangkan insiden tersebut. “Ini sangat memalukan..! di saat tehnologi industri 4.0 sekarang mulai berevolusi, masih ada guru atau pelaku pendidik yang menyalahi atau mengangkangi aturan formal, ini sangat kacau ini. Jadi bagi pihak Sekolah ataupun pihak kompeten lainnya, oknum ataupun orang-orang seperti ini perlu segera di tindak tegas agar tidak berdampak luas,” ujar pak Purba yang juga merupakan Pemerhati Kabupaten Karo ini.
Dan saat di konfirmasi ke Kepsek SMK 1 Berastagi, Paulus Pandiangan Siang, S, Pd, M.Pd via seluler mengatakan, bahwa bila memang demikian adanya, terlebih ada perangai kasar tidak boleh sebenarnya, kita harus memberi pelayanan yang prima, itu hakekat dunia pendidikan pak,” ujarnya, kami berharap kepada kepala SMK Negeri 1 Berastagi Paulus Pandiangan M,Pd dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabanjahe (Kacabdis) Drs, Yeddi Efendi







