Batu Bara, (Polmas)
Nelayan Tradisional secara tegas menyatakan sikapnya tidak keberatan atas rencana reklamasi yang akan dilakukan Pemerintah di Kawasan Industri Kuala Tanjung karena dinilai sangat memberikan manfaat besar bagi anak cucu mereka.
Penegasan tersebut disampaikan oleh Ketua Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia (PNTI) Kabupaten Batu Bara Zulkifli kepada sejumlah Wartawan dari berbagai media di Caffee Pemuda Simpang Kuala Tanjung Kelurahan Perkebunan Siparepare Kecamatan Sei Suka, Rabu (25/1).
Dikatakan Zulkifli, masalah mendasar yang dihadapi oleh masyarakat kita tidak terkecuali nelayan adalah banyaknya anak anak yang telah tamat sekolah tidak mempunyai pekerjaan sehingga menjadi pengangguran dan otomatis akan menjadi beban orang tua. Untuk mengatasi masalah pengangguran tersebut sambung Zulkifli tidak ada jalan lain kecuali dengan hadirnya investasi yaitu dibangunnya puluhan atau ratusan pabrik industri yang pasti akan membutuhkan dan merekrut puluhan ribu pekerja diantaranya anak anak nelayan serta anak anak masyarakat Kabupaten Batu Bara.
Lebih lanjut mantan Ketua KONI Kecamatan Medang Deras ini memaparkan bahwa salah satu syarat agar investasi masuk di Kabupaten Batu Bara khususnya di Kawasan Industri Kuala Tanjung adalah tersedianya lahan darat yang strategis sebagai tempat berdirinya pabrik pabrik industri itu. “Masalah lahan ini yang sering muncul, di satu sisi investasi mau masuk namun di sisi yang lain lahan strategis untuk pembangunan pabrik industri tidak ada. Dengan situasi yang demikian itu, reklamasi merupakan satu satunya jalan yang tidak dapat dihindarkan”, jelas Zulkifli.
Ia juga mengungkapkan bahwa reklamasi memilki 2 dampak, yaitu dampak positif dan dampak negatif. Terkait dengan masalah dampak tersebut ucap pria berkumis tebal ini, kita serahkan saja kepada pemerintah atau ahlinya untuk melakukan kajian yang matang. Namun sebut Zulkifli khusus bagi nelayan tradisional pemerintah agar memberikan solusi yang berkeadilan mengingat dampak reklamasi juga akan menghilangkan pekerjaan nelayan.
Dalam kesempatan berbicara dihadapan sejumlah wartawan, Zulkifli memberikan opsi kebijakan yang dapat dilakukan baik oleh pemerintah maupun stakeholder lainnya sehubungan dengan hilangnya mata pencaharian nelayan akibat reklamasi, yaitu memberikan kompensasi berupa uang pengganti kehilangan pekerjaan kepada nelayan serta menjamin bahwa anak anak nelayan dipekerjakan di pabrik pabrik industri yang dibangun di atas lahan reklamasi.
“Setelah kami menganalisa secara cermat, Kami dari nelayan tradisional sekali lagi menegaskan bahwa Kami tidak keberatan atas rencana Pemerintah yang akan melakukan reklamasi di Kawasan Industri Kuala Tanjung sembari pihaknya minta kepada pihak pihak yang tidak ada kaitannya dengan nelayan jangan berbicara mengatasnamakan nelayan tradisional di medsos yang bertendensi menolak rencana reklamas”, sebut Zulkifli mengakhiri perbincangannya.









