SIMALUNGUN (Polmas)
Penggunaan anggaran dana desa yang di tuangkan dalam program bidang pembangunan lingkungan hidup Nagori bukit maraja di sinyalir menjadi program titipan elit pemerintahan kabupaten Simalungun
Di duga program tersebut tidak memenuhi persyaratan layak tanam dan juga belum memiliki dasar permintaan progeram warga Nagori Bukit Maraja, bibit kelapa yang di temukan di pelataran kantor pangulu Bukit maraja sekitar Agustus lalu sebagai bentuk kegiatan desa yang di kemas sebagai program pembangunan lingkungan hidup.
Informasi yang di himpun awak media di lokasi, bibit tersebut di bagikan kepada beberapa warga yang tidak membutuhkan bibit sejenis pohon kelapa yang di kemas dalam pelastik polibek hitam. Jenis tanaman bibit kelapa yang di bagikan ke warga sekitar menimbulkan pertanyaan di karenakan bibit tersebut di kemas dalam pelastik polibek untuk setiap pohonnya.
Sementara Mesran PJ pangulu yang di konfirmasi terkait progeram tersebut tidak menjelaskan spesifikasi jenis bibit dan tujuan program tersebut, dirinya hanya menjawab lewat sambungan WastAPP pribadainya dengan menulislan ” itu program pbangaungan lingkungan hidup” tulisnya Kamis 08/12 sekira pukul 12.30 wib.
“Masalah bibit itu masih mantan pangulu boss,” tambah mesran tanpa menjelaskan secara rinci. Terpisah, Roy Ghajali Sidabalok Camat Gunung malela saat di mintai keterangan perihal bibit tersebut mengatakan akan menanyakan hal tersebut kepada PJ Pangulu “nanti ku tanya dulu PJnya ya..” tulis camat Gunung Malela.









