Panyabungan, POLMAS POLDASU Online
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Dollar Hafriyanto SAP mengatakan, pihaknya masih memberikan tengat waktu paling lama 50 hari kepada para kontraktor untuk segera menyelesaikan pekerjaannya.
Hal tersebut diungkapkan, mengingat sejumlah proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2022 pada Dinas Pendidikan Madina itu masih banyak yang belum selesai dikerjakan sementara sudah melewati masa kontrak.
“Kita sudah membuat komitmen dengan pihak rekanan. Yang jelas dalam sebuah kontrak pekerjaan, ada namanya Adendum dan Adendum itu ada konsekuensinya yang harus dipatuhi oleh pihak rekanan atau kontraktor sebagaimana diatur dalam juklak ataupun juknis,” ucap Dollar Haprianto kepada sejumlah wartawan menyahuti seputar pelaksana dana DAK Tahun 2022 di dinas pendidikan Madina, Senin (24/10/2022).
Kemudian ditegaskan,” Pihak kontraktor ataupun rekanan diberikan masa Adendum paling lama 50 hari untuk menyelesaikan pekerjaan kontrak tersebut, jika selama 50 hari tenggat waktu tersebut kegiatan belum juga selesai, kita akan akan lakukan putus kontraknya,” tegas mantan Kabag Perekonomian Madina itu.
Selain itu, Dollar Haprianto juga menyampaikan, bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan di lapangan terkait dengan mutu dan kwalitas bangunan.
Proyak-proyek yang dimaksud meliputi, pembangunan ruang perpustakaan, toilet, ruang laboratorium, dan ruang guru pada tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SMP) .
Sesuai aturan, Kontrak Dana DAK itu berlangsung tanggal 20 Juli 2022 dan berakhir pada 90 hari masa pekerjaan setelah kontrak berjalan. Sesuai dengan kontrak tanggal 19 oktober 2022, kontrak Dana DAK Dinas Pendidikan tahun 2022 telah berakhir.
Data yang diperoleh, dananya sesuai total pagu anggaran Rp.28.014.986.000 yang dialokasiannya di Dinas Pendidikan Madina.
Dimana anggaran tersebut sebesar Rp.28.014.986.000, – digunakan untuk 20 Sekolah Dasar dengan total kegiatan 34, selain 16 titik untuk SMP dengan 25 kegiatan.
Kegiatan untuk proyek tersebut mulai dikerjakan sejak berlakunya tanggal kontrak pada 20 Juli 2022, terhitung masa pekerjaannya selama 90 hari kerja. Namun masih ditemukan di lapangan beberapa pekerjaan infrastruktur yang belum selesai. (071)













