SDN 235 Patahajang Muara Saladi memprihatinkan

Panyabungan,  Polmas Poldasu Online

SD Negeri 235 Patahajang Muara Saladi belum juga tersentuh pembangunan,sejak Sekolah tersebut diterjang banjir yang menelan korban dua belas orang anak anak pada Oktober 2018 lalu.
Kondisi anak-anak saat ini, menumpang belajar di gedung madrasah desa setempat, persis di samping sekolah mereka yang hancur dihantam banjir bandang.Miris dan memprihatinkan bila dilihat kondisi mereka belajar dalam dua ruangan yang disekat dengan kain tirai menjadi lima bagian. Satu ruangan di sekat menjadi tiga bagian dan satu lagi di sekat menjadi dua bagian.Pada dua ruangan yang disekat menjadi lima bagian tersebutlah anak-anak belajar mulai kelas satu sampai kelas enam.
Wakil Ketua komite SD Negeri 235 Patahajang Muara Saladi yang dijumpai di Muara Saladi pada Selasa (30!08/2022), Haidir Batubara menuturkan pihak sekolah dan komite sudah sering kali membuat proposal yang ditujukan Kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Madina, terkait pembangunan gedung baru SD 235 Patahajang Muara Saladi hingga saat ini belum juga mendapat perhatian untuk pembangunan sekolah tersebut.
Sementara itu Haidir Batubara ,sudah pernah disampaikan kepada Ketua Komisi I DPRD Madina saat berkunjung ke desa Muara Saladi satu Tahun  yang lalu,saat itu saya berkeluh kesah padanya akan kondisi sekolah  tersebut karena masyarakat sudah menyiapkan lahan untuk lokasi pembangunan sekolah tersebut.
Terkait penyerahan proposal atau permohonan pembangunan gedung baru  SD Negeri 235 Patahajang Muara Saladi hal tersebut dibenarkan  oleh Kepala Desa Muara Saladi Syafaruddin. Ia menyebutkan proposal dan  surat hibah telah diserahkan kepada mantan Bupati Drs Dahlan Hasan Nasution pada awal Tahun 2019, pada saat penyerahan, waktu itu  didampingi oleh Camat dan tokoh masyarakat.
Selain itu Kepala desa juga menambahkan bahwa pihaknya sudah beberapa kali menyerahkan proposal dan yang  terakhir pihaknya menyerahkan proposal  kepada Bupati Madina H.M Sukhairi Nasution.
“Saat itu saya bersama Kepala sekolah dan komite menyerahkan proposal di ruangan bupati, dan pada saat itu langsung di disposisi oleh Bapak Bupati yang selanjutnya diserahkan   kepada Dinas Pendidikan Madina agar segera ditindak lanjuti. Namun hingga saat ini belum juga ada realisasinya, “ujar Syafaruddin.
Rahmad Riski Anggota DPRD Mandailing Natal yang dimintai pendapatnya terkait kondisi sekolah tersebut “mendesak agar Sekolah tersebut secepatnya dibangun karena sudah cukup lama sekolah tersebut terbengkalai sehingga proses belajar mengajar tidak maksimal” sebutnya.
Sementara Lismulyadi Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Mandailing Natal yang dihubungi via seluler hingga berita ini ditayangkan belum memberikan tanggapan apapun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *