Batu Bara, (Polmas)
Pada perayaan Idul Adha 1443 H/2022 M tahun ini, Keluarga Besar Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Batu Bara berkurban 16 ekor sapi. Penyembelihan hewan kurban itu disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Batu Bara Ilyas Sitorus, S.E., M.Pd. bertempat di halaman Kantor Disdik di Desa Perupuk Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Selasa (12/7).
Saat menyaksikan penyembelihan hewan kurban tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Batu Bara Ilyas Sitorus, S.E., M.Pd. mengutarakan Bupati Batu Bara Ir. H. Zahir, M.AP. dalam berbagai kesempatan selalu menghimbau kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk berbagi rezeki kapan saja, utamanya disaat sekarang ini ketika kehidupan ekonomi masyarakat mengalami penurunan drastis sebagai dampak dari wabah pandemi COVID-19. Terkait dengan kondisi yang saya sebutkan tadi ucap Ilyas yang juga selalu disapa Ncek itu, Idul Adha merupakan momen yang sangat cocok untuk berbagi melalui pemotongan hewan kurban. “Terima kasih Pak Zahir yang senantiasa mengingatkan kami untuk bebuat kebajikan dengan peduli terhadap kehidupan kaum dhuafa sembari dirinya mendoakan semoga selama di Tanah Suci Bupati Zahir beserta Ibu tetap diberi kesehatan sehingga dapat melaksanakan rangkaian ibadah haji secara khusuq dan tawaduk,” ujar Ilyas dengan mata berkaca kaca.
Masih menurut mantan Kepala Biro Humas Keprotokolan Pemprovsu tersebut, berkurban adalah wujud keta’atan dan keikhlasan serta keteladanan seorang hamba Allah bernama Nabi Ibrahim AS bersama Putra/anak kesayangannya Ismail AS. Dikatakannya, pengorbanan Nabi Ibrahim Alaihi Salam merupakan sesuatu hal yang paling berat dan butuh keberanian untuk ukuran seorang manusia. Dinyatakan demikian lanjut Kandidat Doktor pada Bidang Manajemen Pendidikan Unimed ini dikarenakan yang mau dikorbankan adalah anak kandungnya sendiri bernama Ismail Alaihi Salam. Dilandasi oleh rasa keimanan dan ketaqwaan yang tinggi untuk melaksanakan perintah Allah SWT, sebut Ilyas Nabi Ibrahim Alaihi Salam berani dan ikhlas menyembelih anak kandungnya Ismail Alaihi Salam walaupun pada akhirnya Allah SWT menggantinya dengan hewan.
Dari peristiwa perintah kurban yang dialami oleh Nabi Ibrahim Alaihi Salam itu, Ilyas mengungkapkan ada makna besar dibalik itu, yakni manusia diajarkan untuk mengorbankan sebagian hartanya demi membantu orang miskin yang tidak berkemampuan.
Ilyas juga mengingatkan bahwa manusia dilahirkan ke muka bumi untuk mengalami ujian, termasuk ujian dalam kepemilikan harta dan benda. Meski demikian, imbuhnya, manusia harus menyadari bahwa harta tersebut hakikatnya tak seutuhnya dimiliki, karena semua hanya titipan dari yang Maha Kuasa. “Yah seolah-olah harta milik kita, itulah yang sedang diuji oleh Allah SWT, mau tidak kita mengorbankan sebagian milik kita tadi,” tandas Ilyas.
Oleh karenanya, pria yang sangat dekat dengan wartawan itu minta kepada Keluarga Besar Dinas Pendidikan Kabupaten Batu Bara mengambil hikmah atau pelajaran dari kisah Nabi Ibrahim Alaihi Salam tersebut.
“Sesungguhnya Ibrahim tidak diperintah Allah SWT untuk mengikhlaskan Ismail, Ibrahim hanya diminta Allah yang Maha Besar untuk menghapus rasa kepemilikan terhadap Ismail. Pada hakikatnya semua adalah milik Allah pencipta alam semesta,” papar Ilyas penuh humanis.
Menutup perbincangannya dengan awak media, Ilyas mengemukakan bahwa setiap kebaikan adalah sedekah, yang berfungsi untuk mensucikan diri dan harta, Ibadah qurban adalah amal kebaikan yang sangat Allah SWT sukai. “Kepada seluruh peserta qurban tahun ini, saya aturkan terimakasih. Bismillah berkah dan sehat kita semua, insha Allah COVID-19 segera berakhir, Allah memberi umur panjang sehingga tahun depan kita bisa ber-qurban kembali dan mengajak kawan-kawan lainnya sehingga jumlahnya bertambah banyak, aamiin aamiin aamiin yaa robbal aalamiin,” harap Ilyas.
Sementara itu Sekretaris Disdik Kabupaten Batu Bara Darwinson Tumanggor selaku mewakili Panitia Kurban mengucapkan terimakasih atas terbangunnya kebersamaan dari semua pihak sehingga kegiatan baik ini dapat dilaksanakan dengan penuh keikhlasan dan tahun depan insha Allah bertambah jumlahnya, aamiin.
Darwinson juga menerangkan bahwa hewan qurban berasal dari K3S dan MKKS serta Pengawas dan Pegawai dilingkungan Disdik Kabupaten Batu Bara berjumlah 16 ekor dan 1 kita serahkan ke Pemkab serta sisanya 15 ekor sama tadi kita saksikan disembelih di tempat ini dan semua rangkaian kegiatan tetap mengikuti prokes COVID-19. Semua Hewan Qurban jelas Darwinson telah dinyatakan bebas Penyakit Mulut dan Kuku oleh Dinas Perikanan dan Peternakan Kab. Batu Bara.
Usai penyembelihan hewan qurban dilanjutkan dengan makan siang bersama Keluarga Besar Disdik dan awak media yang berkesempatan hadir bersama. Hadir dalam kesempatan itu selain Kadisdik Ilyas Sitorus, Ketua Dharma Wanita Unit Disdik Roudhoh Br. Damanik, Sekretaris Darwinson Tumanggor, Kabid. SD Basrah, Kabid. SMP Danil, Kabid PNFI Syafrial, Kasi Kasubbag serta Ketua K3S, MKKS SMP, Kepala Sekolah SD dan SMP serta pengawas dan awak media cetak dan elektronik yang berkesempatan hadir bersama.








