Jakarta, (Polmas)
Kabar gembira menjelang akhir tahun menyelimuti perusahaan aluminium terbesar di Asia Tenggara. PT. Indonesia Asahan Aluminium atau INALUM Unit PLTA Paritohan Kabupaten Toba mendapatkan penghargaan PROPER EMAS dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK-RI). Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Wakil Presiden RI, Prof. KH. Ma’ruf Amin di Hotel Bidakara Jakarta Kamis (21/12) dan menjadi Penghargaan Proper Emas kedua bagi INALUM setelah pada Tahun 2022 Unit Peleburan Kuala Tanjung di Kabupaten Batu Bara juga mendapatkan hal yang sama.
Corporate Secretary INALUM Mahyaruddin Ende menyebut, capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan INALUM yang selama ini memiliki komitmen untuk memberikan manfaat kepada masyarakat dan lingkungan.
“Proper Emas yang didapatkan oleh INALUM unit PLTA Paritohan pada tahun ini merupakan kerja keras bersama dari Insan INALUM. Selama ini, sebagai BUMN kami berkomitmen untuk bisa memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan termasuk masyarakat dan lingkungan. Selanjutnya, kami akan terus berinovasi dan semoga langkah kami mendapatkan dukungan dari semua pihak,” ujar Mahyaruddin.
Lebih lanjut Mahyaruddin mengatakan, secara garis besar, INALUM memiliki visi “Menjadi Perusahaan Global Terkemuka Berbasis Aluminium Terpadu Ramah Lingkungan”. Dalam konteks keberlanjutan tambahnya, INALUM menerapkan semangat Sustainability Pathway yang menjadi panduan Grup Holding MIND ID yaitu: Economic Development, Governance, Community & Socienty, People, Smart Operation, dan Environtment & Climate Change. Untuk PROPER EMAS yang diraih oleh PLTA-INALUM, Mahyaruddin mengungkapkan perusahaan melakukan transformasi signifikan dalam hal operasional bendungan dan inovasi sosial kemasyarakatan.
Masih menurut Mahyaruddin, dalam hal operasional bendungan, INALUM berhasil melakukan inovasi efisiensi energi, pengelolaan suku cadang turbin, digitalisasi monitoring turbin, pengelolaan limbah B3 dan non B3, serta melakukan efisiensi penggunaan aliran air. Beberapa inovasi tersebut sambungnya, dilakukan sebagai komitmen perusahaan dalam menghasilkan energi untuk operasional peleburan dengan lebih efisien.
Sementara dalam hal lingkungan dan kemasyarakatan, ucap Mahyaruddin, INALUM melakukan penanaman pohon sekaligus INALUM melakukan langkah pemberdayaan dan pengembangan Desa Wisata Meat yang berada di Pesisir Danau Toba. Dalam hal penanaman pohon, Mahyaruddin menyampaikan, INALUM membuat “Program Kehati” yang berhasil menghasilkan beberapa hasil positif seperti: Peningkatan Produktivitas Lahan Kritis, Pemanfaatan HBBK untuk Masyarakat, dan Pengendalian Hidrologi Kawasan Danau Toba. Kemudian untuk Desa Meat jelas Mahyaruddin, INALUM melakukan langkah pemberdayaan berbagai aspek untuk meningkatkan kualitas Desa Wisata Meat baik dari sisi aspek wisata maupun dari aspek pengelolaan limbah dan UMKM.
“Kedepan, INALUM akan tetap memprioritaskan pelestarian lingkungan, mengedepankan tanggung jawab sosial, mempertahankan praktik tata kelola yang efektif, membina hubungan yang kuat dengan investor, serta menyampaikan laporan keberlanjutan yang transparan. Dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip ini, perusahaan memastikan keberlanjutan dan dampak positif dari kegiatan operasional kami, serta berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat lokal dan masyarakat luas, tutup Mahyaruddin”.







