RESES PINTOR SITORUS “DIGEMPUR” ASPIRASI PETANI! 14 KELOMPOK TANI BUKA SUARA — ALSINTAN, BIBIT, IRIGASI, LAMPU JALAN HINGGA JALAN USAHA TANI DIMINTA

 

 

SIBORONGBORONG — TABLOIDPOLMASPOLDASU.ID

 

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi Gerindra, Drs. Pintor Sitorus, melaksanakan kegiatan Reses I Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Tahun Sidang III 2026–2027 di Desa Siaro, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, Senin (21/9/2026).

 

Kegiatan yang merupakan agenda reses Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Daerah Pemilihan (Dapil) 9, meliputi Kabupaten Toba, Samosir, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga, tersebut berlangsung penuh kekeluargaan.

 

Forum reses menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan secara langsung berbagai kebutuhan di desa, khususnya persoalan yang berkaitan dengan sektor pertanian.

 

Turut hadir Ketua PAC Gerindra Tumpal Sinaga, RO, Sekretaris PAC Gerindra J. Therling Sianturi, S.H., Kepala Desa Siaro James Lumbantoruan, unsur BPD Desa Siaro, tokoh masyarakat, koordinator dan penyuluh pertanian, serta masyarakat dan kelompok tani.

 

PINTOR: “SAYA DATANG UNTUK MENDENGAR MASYARAKAT”

 

Dalam sambutannya, Drs. Pintor Sitorus menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan masyarakat yang telah mengantarkannya menjadi anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara.

 

«“Saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Amang dan Inang semua. Karena dukungan masyarakatlah saya bisa terpilih. Karena itu saya datang ke sini untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dan apa yang harus kita perjuangkan bersama,” ujar Pintor Sitorus.»

 

Menurutnya, reses bukan sekadar agenda formal anggota DPRD, tetapi menjadi kesempatan untuk turun langsung dan mengetahui kondisi masyarakat sekaligus menampung aspirasi yang nantinya dapat disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

 

14 KELOMPOK TANI SUARAKAN KEBUTUHAN

 

Mayoritas masyarakat Desa Siaro menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian. Karena itu, aspirasi yang muncul dalam kegiatan tersebut didominasi kebutuhan untuk menunjang produktivitas dan aktivitas petani.

 

Enni Silaban, yang mewakili sekitar 14 kelompok tani, menyampaikan kebutuhan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), khususnya jetor atau alat pengolah lahan persawahan.

 

Menurutnya, bantuan tersebut sangat dibutuhkan petani untuk mempermudah pengolahan lahan dan mendukung kegiatan pertanian masyarakat.

 

Sementara Katrin, mewakili masyarakat, menyampaikan kebutuhan lampu penerangan jalan menuju kawasan pertanian sepanjang kurang lebih satu kilometer.

 

Penerangan tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas masyarakat sekaligus memudahkan petani ketika menuju maupun membawa hasil pertanian dari kawasan lahan mereka.

 

Aspirasi lainnya disampaikan Tiur Simanjuntak dari Kelompok Tani Marsiurupan, yang meminta bantuan bibit jagung.

 

Masyarakat juga menyampaikan kebutuhan pembangunan maupun peningkatan jalan usaha tani menuju kawasan pertanian seluas kurang lebih 10 hektare. Infrastruktur tersebut dinilai penting karena berkaitan langsung dengan akses petani dan pengangkutan hasil pertanian.

 

PENYULUH PERTANIAN: IRIGASI 300 METER UNTUK 50 HEKTARE

 

Dari unsur penyuluh pertanian, Koordinator Togi M. Siregar turut menyampaikan kondisi dan kebutuhan sektor pertanian masyarakat.

 

Sementara Penyuluh Pertanian Royseptriadi Hutasoit dari Badan PPSDM turut mengusulkan dukungan terhadap sektor pertanian, termasuk kebutuhan pembangunan irigasi air sawah Hasang sepanjang kurang lebih 300 meter.

 

Irigasi tersebut diharapkan dapat mendukung pengairan lahan persawahan dengan cakupan sekitar 50 hektare, sehingga kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat dapat lebih terjamin.

 

Berbagai usulan tersebut kemudian ditampung dalam kegiatan reses untuk selanjutnya dibawa melalui mekanisme penyampaian aspirasi di tingkat Provinsi Sumatera Utara.

 

PINTOR: “KITA TAMPUNG, KITA USULKAN DAN KITA KAWAL”

 

Menanggapi berbagai aspirasi masyarakat tersebut, Drs. Pintor Sitorus menyatakan seluruh usulan akan menjadi bahan yang akan disampaikan dalam agenda reses.

 

«“Kalau masyarakat membutuhkan alat pertanian, bibit, jalan usaha tani, irigasi maupun penerangan jalan, silakan diajukan melalui kelompok tani. Semua aspirasi ini akan kita tampung, kita usulkan dan kita kawal ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara,” tegasnya.»

 

Ia berharap aspirasi yang disampaikan masyarakat Desa Siaro dapat memperoleh perhatian pemerintah dan disesuaikan dengan program serta kemampuan anggaran yang tersedia.

 

Menurutnya, dukungan terhadap sektor pertanian penting karena sebagian besar masyarakat desa masih menggantungkan perekonomian keluarga dari hasil pertanian.

 

SUASANA AKRAB, PINTOR SITORUS NYANYIKAN “IJUR BARI”

 

Tak hanya serius membahas kebutuhan masyarakat, suasana reses juga berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.

 

Drs. Pintor Sitorus turut menyanyikan lagu Batak “Ijur Bari” bersama masyarakat. Momen tersebut mendapat sambutan hangat dari warga yang hadir.

 

Lagu tersebut dikenal membawa pesan tentang perjuangan orang tua dalam membesarkan dan menyekolahkan anak-anaknya agar dapat meraih kehidupan yang lebih baik.

 

Suasana kebersamaan tersebut membuat kegiatan reses semakin akrab. Masyarakat tidak hanya mendapat ruang untuk menyampaikan aspirasi, tetapi juga dapat berdialog langsung dengan wakil mereka di DPRD Provinsi Sumatera Utara.

 

Di akhir kegiatan, masyarakat Desa Siaro berharap berbagai aspirasi yang telah disampaikan, mulai dari alsintan, bibit pertanian, irigasi, penerangan jalan hingga jalan usaha tani, tidak berhenti sebatas usulan dalam forum reses, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program dan penganggaran Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sesuai ketentuan dan kemampuan anggaran.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *