Tapanuli Utara | Polmas Poldasu.
Proyek Pengadaan dan Rehabilitasi Jaringan Utama Irigasi yang dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan melalui SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Sumatera Utara di Desa Padang Parsadaan, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara, menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, bangunan irigasi yang baru selesai dikerjakan dilaporkan telah mengalami kerusakan parah, bahkan sebagian konstruksi ambruk, sehingga belum mampu berfungsi secara optimal untuk memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian warga.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, sejumlah bagian bangunan terlihat mengalami keretakan, kerusakan, hingga roboh meski proyek tersebut baru selesai dikerjakan dan mulai difungsikan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai kualitas pekerjaan yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis maupun Rencana Anggaran Biaya (RAB), sekaligus menimbulkan dugaan adanya lemahnya pengawasan selama proses pelaksanaan proyek.
Ironisnya, proyek yang dibiayai menggunakan anggaran negara dan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian justru mengalami kerusakan dalam waktu yang relatif singkat. Masyarakat mempertanyakan kualitas material yang digunakan, metode pelaksanaan pekerjaan, serta fungsi pengawasan dari pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap proyek tersebut.
Akibat kerusakan itu, para petani mengaku khawatir pasokan air ke areal persawahan akan terganggu, sehingga berpotensi memengaruhi musim tanam dan hasil panen mereka. Padahal, jaringan irigasi tersebut merupakan infrastruktur vital yang sangat dibutuhkan masyarakat untuk menunjang sektor pertanian.
Media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan pada sabtu 4 juli 2026, termasuk pejabat yang disebut bertanggung jawab terhadap proyek tersebut, bermarga Saragih. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi atas konfirmasi yang telah disampaikan.
Belum adanya penjelasan resmi dari pihak terkait semakin menambah tanda tanya di tengah masyarakat. Warga berharap BBWS Sumatera II segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi bangunan serta mengevaluasi kualitas pekerjaan yang telah dilaksanakan.
Selain meminta perbaikan segera terhadap bangunan irigasi yang rusak, masyarakat juga mendesak agar dilakukan audit teknis secara independen terhadap proyek tersebut. Mereka berharap apabila nantinya ditemukan adanya pekerjaan yang tidak sesuai dengan kontrak, spesifikasi teknis, maupun ketentuan yang berlaku, aparat penegak hukum dan instansi yang berwenang segera melakukan penyelidikan dan mengambil langkah sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak BBWS Sumatera II Medan belum memberikan keterangan resmi maupun jawaban atas konfirmasi yang diajukan media terkait kondisi proyek rehabilitasi irigasi tersebut.







