Taput – Tabloidpolmaspoldasu.id
Setelah empat hari dilakukan pencarian intensif, korban yang diduga tenggelam di aliran Sungai Aek Batang Toru akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Korban diketahui berinisial ABS (52), warga Lumban Toruan, Dusun III Barbaran, Desa Hutapea Banuarea, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara.
Tim SAR gabungan menemukan korban di wilayah Sihambing Simasom, aliran Sungai Batang Toru, Kecamatan Pahae Julu. Selanjutnya jasad korban dievakuasi ke RSUD Tarutung untuk dibersihkan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Suasana haru menyelimuti RSUD Tarutung saat keluarga korban tiba menjemput jenazah. Tangis keluarga pecah saat melihat korban yang telah beberapa hari hanyut di sungai.
“Kami berencana hari ini juga langsung memakamkan korban setelah dibawa pulang dari rumah sakit,” ujar B. Sihombing, pihak keluarga korban.
Humas Polres Tapanuli Utara, Aiptu Walfon Barimbing, membenarkan penemuan korban tersebut. Menurutnya, korban saat ini berada di RSUD Tarutung untuk proses pembersihan sebelum diserahkan kepada keluarga.
“Saat ini korban masih berada di RSUD Tarutung untuk dilakukan pembersihan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga,” katanya.
Sebelumnya, korban dilaporkan hilang saat memancing ikan di Sungai Aek Batang Toru, tepatnya di kawasan Batu Hopit, Desa Hutapea Banuarea, Kecamatan Tarutung.
Berdasarkan keterangan saksi, korban bersama rekannya berjalan kaki sekitar satu jam menuju lokasi memancing. Setibanya di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB, mereka sempat beristirahat di sebuah gubuk di pinggir sungai sambil minum kopi.
Sekitar pukul 11.00 WIB, korban dan saksi mulai memancing di lokasi berbeda dengan jarak sekitar 15 meter. Namun dua jam kemudian, saksi bernama Luhut Pasaribu menyadari korban sudah tidak berada di tempat.
Saat dilakukan pencarian, saksi sempat melihat kepala korban di tengah derasnya arus sungai. Karena arus sangat kuat dan kondisi sungai cukup dalam, saksi tidak mampu memberikan pertolongan dan langsung meminta bantuan warga.
Mendapat laporan tersebut, personel kepolisian bersama tim SAR, TNI, pemerintah kecamatan, masyarakat setempat, dan keluarga korban melakukan pencarian selama empat hari hingga akhirnya korban berhasil ditemukan.
Pihak keluarga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian korban tanpa mengenal lelah selama beberapa hari terakhir.







