Bisukma Group Perkuat Pengawasan MBG, Founder Tinjau Empat Dapur SPPG di Siborong-borong dan Pagaran

Siborongborong – TB. Polmas Poldasu

 

Bisukma Group kembali melaksanakan evaluasi periodik terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Siborong-borong dan Pagaran, Rabu (18/2/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Founder Bisukma Group, Erikson Sianipar, dengan melakukan peninjauan ke empat dapur SPPG, yakni Silait-lait, Sitabo-tabo, Lobu Siregar, dan Pagaran.

 

Evaluasi dilakukan sebagai langkah strategis untuk memastikan seluruh proses operasional berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan, sekaligus menjawab tantangan bertambahnya cakupan program di sejumlah wilayah. Peninjauan difokuskan pada penguatan sistem operasional dapur, kepatuhan terhadap standar prosedur, pengawasan kualitas bahan baku dari mitra dan supplier, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang terlibat dalam pengelolaan dapur.

 

Dalam keterangannya, Erikson menegaskan bahwa evaluasi bukan sekadar agenda rutin administratif, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan profesional dalam menjaga mutu pelayanan kepada para penerima manfaat.

 

“Bekerja di dapur SPPG, apalagi di bawah naungan Bisukma Group, harus dengan hati yang tulus dan pikiran yang baik. Karena dari pikiranlah perilaku terbentuk. Jika niat dan pikiran kita benar, maka pelayanan yang diberikan juga akan mencerminkan integritas,” ujar Erikson saat berdialog dengan para pengelola dapur.

 

Ia menekankan bahwa Program MBG bukan hanya tentang distribusi makanan, melainkan investasi jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, berbagai praktik di negara maju menunjukkan bahwa program makan sekolah yang terstruktur dan diawasi dengan baik mampu meningkatkan konsentrasi belajar siswa, menekan angka ketidakhadiran, serta memperbaiki status gizi anak secara berkelanjutan.

 

Selama kunjungan, dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap alur kerja dapur, mulai dari penerimaan bahan baku, proses penyimpanan, pengolahan, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat. Pengendalian mutu bahan baku dari mitra dan supplier menjadi perhatian utama, guna memastikan standar kebersihan, keamanan pangan, dan kandungan gizi tetap terjaga.

 

Selain itu, Erikson juga mendorong setiap dapur untuk memperkuat disiplin kerja, menjaga kebersihan lingkungan, serta meningkatkan koordinasi internal tim agar pelayanan berjalan efektif dan konsisten. Evaluasi ini sekaligus menjadi ruang pembinaan bagi para pengelola dapur untuk terus meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

 

“Program ini menyangkut masa depan anak-anak. Karena itu, kita tidak boleh bekerja biasa-biasa saja. Standar harus jelas, sistem harus kuat, dan komitmen harus dijaga,” tegasnya.

 

Melalui evaluasi berkala tersebut, Bisukma Group menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas, integritas, serta keberlanjutan pelaksanaan Program MBG di seluruh wilayah operasional. Upaya ini diharapkan mampu memastikan manfaat program benar-benar dirasakan secara luas dan berkelanjutan, sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan kualitas generasi mendatang.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *