Parmonangan | Tabloid Polmas Poldasu
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tapanuli Utara, Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat, didampingi Staf Ahli TP PKK Ny. Lisa Deni Lumbantoruan beserta jajaran, mengunjungi korban kebakaran di Dusun Ria Nauli, Desa Hutatinggi, Kecamatan Parmonangan, Selasa (6/1/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan empati Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui TP PKK kepada warga yang tertimpa musibah kebakaran. Dalam suasana penuh keharuan, Ketua TP PKK bersama rombongan menyampaikan penghiburan serta dukungan moril kepada keluarga korban.
Sebagai simbol doa dan penguatan batin, Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat menyerahkan boras sipir ni tondi dan aek sitiotio, yang mengandung makna harapan agar para korban diberikan kekuatan, ketegaran, serta mampu bangkit kembali menghadapi cobaan hidup.
“Semoga Bapak dan Ibu diberi ketabahan dan kekuatan. Tidak ada musibah yang terjadi tanpa sepengetahuan Tuhan Yang Maha Kuasa. Tuhan tidak akan memberikan beban di luar kemampuan umat-Nya,” ujar Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat saat menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Selain dukungan moril, TP PKK Tapanuli Utara juga menyalurkan bantuan berupa bahan pangan, sembako, peralatan dapur, serta pakaian baru. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban para korban dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari pascakebakaran.
Mewakili keluarga korban, Bapak Simamora menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara atas perhatian serta respons cepat yang diberikan. Ia menilai kehadiran langsung pemerintah dan TP PKK menjadi penguat semangat bagi keluarga korban di tengah situasi duka.
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian dan bantuan yang diberikan. Ini sangat berarti bagi kami. Semoga perhatian seperti ini menjadi berkat, dan kami berharap peristiwa serupa tidak terulang kembali,” ungkapnya.
Diketahui, peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Kamis, 1 Januari 2026, dan menghanguskan dua unit rumah warga, masing-masing milik almarhum Lamser Simamora yang meninggal dunia akibat kejadian tersebut, serta rumah milik Parningotan Taraja.
Musibah ini meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga masyarakat sekitar.







