Humbahas, Polmas
Taman Sains dan Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) resmi memaparkan visi besarnya dalam mendukung ketahanan pangan dan inovasi herbal Indonesia. Dalam kunjungan penting ke lokasi TSTH2 di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Direktur TSTH2 Prof. Sri Fatmawati secara langsung memaparkan outline pengembangan pusat riset strategis ini kepada Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati.
Dalam presentasinya, Prof. Sri Fatmawati menekankan pentingnya TSTH2 sebagai pusat riset herbal dan hortikultura terdepan di Indonesia. “Kami ingin TSTH2 bukan hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga pemain global dalam inovasi herbal dan pertanian berkelanjutan,” ujarnya di hadapan para pejabat tinggi negara.
Visi TSTH2: Inovasi Herbal Kelas Dunia
Visi besar TSTH2 adalah menjadi pusat riset herbal dan hortikultura berdaya saing global, berkelanjutan, serta berdampak sosial. Dengan misi mengembangkan benih unggul herbal dan hortikultura sesuai standar internasional, Prof. Sri menjelaskan bahwa pusat ini akan dibangun dengan fasilitas riset terpadu yang mendukung teknologi pascapanen berkelanjutan.
“Indonesia memiliki potensi luar biasa dalam keanekaragaman hayati. Kita harus menjadikannya sumber kekuatan ekonomi baru, khususnya dari sektor herbal,” ujar Prof. Sri.
Dukungan Pemerintah dan Kolaborasi Swasta
Kehadiran tokoh nasional seperti Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menandai kuatnya dukungan pemerintah pusat terhadap TSTH2. Luhut menegaskan bahwa proyek ini sejalan dengan agenda ekonomi hijau dan ketahanan pangan nasional.
Turut hadir menyambut kunjungan ini adalah Wakil Gubernur Sumut H. Surya, Bupati Humbahas Dr. Oloan P. Nababan, Danrem Kolonel Inf Jansen P. Nainggolan, serta para wakil bupati dari wilayah tetangga seperti Taput dan Toba. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi kuat antara pusat dan daerah dalam menyukseskan proyek strategis ini.
Strategi Besar: Riset, Hilirisasi, dan Dampak Sosial
Outline TSTH2 mencakup pengembangan fasilitas modern, strategi riset berorientasi hilirisasi, serta fokus pada pengembangan komoditas unggulan. Prof. Sri juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, dan sektor swasta demi terciptanya ekosistem inovasi yang berkelanjutan.
“Dari sini, kita bisa menghasilkan benih unggul, produk herbal berdaya saing ekspor, dan teknologi yang bermanfaat langsung bagi masyarakat,” jelasnya.
Dengan dukungan berbagai pihak dan komitmen kuat untuk menciptakan inovasi dari akar rumput hingga pasar global, TSTH2 digadang-gadang akan menjadi game changer dalam sektor pertanian dan kesehatan berbasis herbal di Indonesia.







