Okupasi lahan HGU PTPN 3 Hampir Rampung, Warga Gurilla Minta Perlindungan Polresta P Siantar

Pematangsiantar (Polmas)

Pengembalian (okupasi) lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT Perkebunan Nisantara (PTPN) III Kebun Bangun di Kelurahan Bah Sorma dan Kelurahan Gurilla Kecamatan Siantar Sitala Sari Kota Pematang Siantar Sumateta Utara yang di lakukan awal oktober 2022 hingga kini, dengan capayan target okupasi 60 hektar lahan HGU Kebun Bangun hampir rampung.

Asisten Persoanalia PTPN III, Doni Frdi Manurung saat di wawamcarai saat pelaksanaan okupasi Jumat sore (25/11) memgatakan, kegiatan okupasi yang di laksanakan awal oktober lalu hinga sekarang telah mencapai 60 hektar dari total 63 hektar atau sekitar 95 %, “sampai dengam hari ini kita sudah melakukan pembersihan, untuk hari ini kita sudah membersihkan empa (4) rumah dan total keseluruhan sudah tujuh puluh satu (71) rumah kita ratakan dengan tanah, dan kita pastikan capayan kita untuk membersihkan dan kita duduki sudah antara sembilan puluh tiga (93) hingga sembilan puluh lima (95) persen,” kata Doni manurung.

Doni menyebutkan, obyek pertama yang di bersihkan adalah lahan yang tidak berpenghuni dan itu telah di duduki, lalu obyek kedua lahan berpenghuni yang telah melewati masa pencehan konflik dengan dilaksanakannya tali asih atau sugu hati.

“Untuk.mencegah konflik, pihak PTPN III memberikan biaya suguh hati atau tali asih kepada penggarap karena kita memang harus mempertanggung jawabkannya,” kata Doni manurung dengan nada tegas.

Terkait dengan masih adanya warga yang mengintimidasi warga penerima suguh hati yang di berikan Pihak PTPN III Kebun Bangun, kelompok yang melakukan pengancaman dan intimidasi dikatakan Doni manurung adalah kelompok orang – orang yang tidak pernah ada di lahan garapan.

“Berdasarkan hasil identifikasi kita, memang ada beberapa orang yang menolak, namun yang kita lihat orang yang menok itu sebelumnya tidak pernah ada di lahan garapan. Mereka bergabung dengan orang – orang yang menolak suguh hati, dan terkesan orang – oarang ini adalah orang kiriman. Masyarakat yang menerima suguh hati, mereka dengan suka rela membongkar bangunan dan mengambil material yang bisa di manfaatkan. Yang kita sayangkan adalah, masyarakat yang menolak sugu hati bahkan melakukan provokasi dan mengintimidasi masyarakat yang ingin mengambil material dari bangunannya. Sehingga pagi tadi terjadi di daerah ujung, kelompok anak muda yang mengintimidasi masyarakat yang mendapat sugu hati diketauhi mereka telah menerima suguh hati,” ucap Doni.

Terpisah, di hari yang sama, Warga yang sempat melaporkan tindakan intimidasi dari kelompok orang – orang yang menolak suguh hati terdiri dari tiga (3) orang, dua (2) orang laki – laki dan satu (1) orang perempuan masing – masing, P Pasaribu alamat gurila, P Simanjuntak alamat Gurilla Kp Baru dan seorang perempuan paruh baya tanpa memperkenalkan dirinya.

Saat melaksanakan pelaporan di Polresta Pematang Siantar memyampaikan, Kamilah sebagian orang – orang yang mendapat Suguh Haiti dari PTPN III Kebun Bangun, dan mengucapkan terimakasi kepada pihak PTPN III yang telah memberikan atensinya.

“Kamilah sebagian orang – orang yang mendapat Suguh Hati dari PTPN III, karene kami di ketauhi yang menerima Suguh Hati maka kami di intimidasi oleh orang yang tidak mau menerima suguh hati, Kepada Bapak Kapolresta, tolongkah kami, kami mendapat ancaman dan intimidasi dari orang – orang yang yang tidak mau menerima suguh hati,” ucap P Simanjuntak di Kantor Polresta Pematang siantar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *